Perempuan tanpa suara…

kala itu aku bosan dengan rutinitas dunia
dipinggir jalan depan bengkel sambil melihat
lalulalang kendaraan beroda
namun rasa bosan itu hilang dikala
tak sengaja ada yg mampir disudut mata
tanpa ragu spontan ku menoleh kesana
dengan harap ku pernah melihat dia

dibalut rasa penasaran tentang siapa dia
Sejenak aku merasa pernah bertemu entah dimana
dengan penampilan busana tertutup
bercadar dan mengenakan ransel
Hiruk pikuk dan debu jalanan kota
Seakan Jadi saksinya

dengan gerak geriknya dia seolah menunggu sesuatu
entah teman atau mungkin angkot
yang akan menjemputnya
sekilas dia nampak baru pulang kuliah
sebab ada ransel dan beberapa buku dibawanya

cukup lama dia menunggu berdiri dipinggir jalan
hingga dia memutuskan untuk duduk
yang kebetulan ada tempat untuk duduk
di samping bengkel tersebut

disitu aku masih tak melepaskan pandangan
tiba-tiba ada seekor kucing yang menghampirinya
spontan perempuan itu mengelus dan membelai kucing tersebut
tanpa rasa takut dan terganggu berkat kehadirannya sedikitpun

dalam benak… aku kepikiran
beruntungnya aku jika jadi kucing itu
krn dapat dibelai dan dielus lembut oleh perempuan itu
sehingga membuatku nyaman didekatnya
(hhhh….laki-laki aneh)

mungkin sebab aku sudah terbius oleh ayunya
kemudian aku melihatnya ingin mengambil sesuatu
dan merogoh ranselnya
ternyata wanita ini mengambil makanan semacam biskuit
membukanya dan langsung diberikan ke kucing tersebut
(sungguh tentram jiwaku melihat tingkahnya)

Lama-lama aku semakin terbius olehnya
dan membuatku lupa akan dunia
yang awalnya gerah dan panas
Tiba-tiba merasa bagaikan ditaman yg sejuk dan teduh
(ooh… bucin nya aku kala itu)

sempat aku ingin mendekat
berbicara dengannya
sambil menawarkan segelas air minum padanya
mumpung masih belum menunjukkan tanda-tanda
akan beranjak pergi
(cie-ciee….)

Tiba-tiba…
tak ada angin, tak ada hujan
perempuan tersebut melambaikan tangannya kejalan
bertanda dia memanggil angkot tersebut
dan beranjak pulang dan meninggalkanku
(kaasiihaann….)

usahaku gagal…
berkenalan dengannya
setidaknya ada satu atau dua kata yang sy dengar
keluar dari mulutnya kala itu
namun itu semua sirna
berlalu bersama kenangan itu

sambil memegang botol air minuman
yang harapku tadinya ingin memberikan ke perempuan tersebut
tapi gagal…
aku memutuskan juga pergi
menyesali bodohnya diriku….
(sungguh akhir yang memilukan….sad)

Terima kasi buat momen dikala itu
semoga suatu saat nanti kita masih
ditakdirkan untuk bertemu kembali
(see you…)

..2k19
Stories by _@Py

Tinggalkan komentar