dari tahun ke tahun membahas isu mengenai Komunis rasanya tak ada habisnya apalagi jika dibulan Desember yang dimana banyak tercatat tragedi (black September) dan salah satunya yaitu peristiwa penghianatan G30SPKI atau gerakan 30 September 1965. ya…berbicara komunis memang rasa-rasanya sulit dipisahkan dengan PKI (partai Komunis Indonesia) yang satu-satunya partai diindonesia yang berhaluan Komunis serta partai Komunis ketiga terbesar didunia setelah unisoviet dan Tiongkok
sampai saat ini paradigma dan keyakinanyang tertanam di sebagian besar masyarakat Indonesia mengenai Komunis itu selalu berkonotasi buruk (sense of believe) turun temurun bahwa komunisme itu atheis, bejat, tak bermoral, perusak ideologi pancasila apalagi jika mengingat peristiwa madiun tahun 1948 dan tentunya gerakan 30 september 1965.
bukan bermaksud membela, namun ada baiknya presepsi atau prmahaman kita terhadap Komunis ini perlu diluruskan agar tidak terjebak dalam (logical fallacy). pada dasarnya Komunis itu dasar dari ideologi PKI yang artinya jika berbicara PKI tentu sudah pasti Komunis tetapi tidak semua Komunis itu adalah PKI, seperti Tan Malaka ya… walaupun pernah bergabung dengan PKI namun ia keluar
komunisme diindonesia itu boleh dikata unik dan selalu menarik dibahas sebab Indonesia adalah negara mayoritas islam dan jika disandingkan dengan Komunis perbedaannya itu sangat kontras apalagi Komunis sudah terlanjur dicap atheis (tak percaya Tuhan) sehingga banyak yang mengira memang Komunis tidak bisa bersanding dengan (Agama)
namun kali ini saya ingin membuka sisi lain dari Komunis, sisi yang seringkali terlupakan bahkan bagi sebagian orang mungkin enggan tuk membahas ini yaitu tentang kesamaan sudut pandang agama dan komunis, What…!! ya, sisi yang kontras dari wajah Komunis yang dikenal berpemahanan atheis dan kejam disamakan dengan agama yang tentunya menjunjung tinggi kepercayaan (BerTuhan), ini bagai dua kutub berlawanan yang tak mungkin bisa disatukan
mengapa sisi ini perlu diungkap? sebenarnya sudah ada beberapa literatur atau dalam media yang membahas sisi ini namun masih sangat sedikit jumlahnya sehingga informasi yang didapat sedikit dan masih perlu dikembangkan lagi kedepan. bukan tak mungkin bahwa masih terdapat sisi-sisi yang belum terekspos sampai saat ini. saya mengamati persepsi di kalangan masyarakat mengenai label Komunis dengan agama sudah jadi rahasia umum, untuk itu seperti yang diawal saya katakan perlunya meluruskan kembali terhadap sikap antipati kita tanpa didasari dengan sikap ilmiah pada fakta sejarah ini. kebanyakan yang saya temui tidak lebih semata hanyalah doktrin yang diwarisi oleh kakek nenek kita apalagi ditambah media yang selalu membahas sisi buruk dari Komunis sehingga tidak adanya (balance) dikeduanya.
bukan bermaksud membela atau menyangkal kekejian PKI diindonesia namun asal kalian tahu kekejian angkatan Darat pada saat penumpasan PKI itu juga tak kalah mengerikan, menurut berbagai sumber ada ratusan ribu orang-orang PKI yang tewas dibunuh oleh Angkatan Darat yang dipimpim letnan kolonel soeharto dan parahnya bahkan masyarakat umum yang jelas bukan anggota PKI juga ikut dibunuh dengan alasan pernah menerima bantuan sama PKI. Padahal yang melakukan aksi keji hanya segelintir anggota PKI
kembali ke pembahasan agama dan komunis.
Ada beberapa peristiwa dan fakta sejarah yang memperlihatkan, bagaimana antara agama dan komunisme itu bisa saling bergandengan tangan untuk menghalau penindasan contohnya di Sumatera Barat ada Haji Datuk Batuah adalah tokoh yang membawa dan menyebarkan paham komunis diaerah tersebut. Pada tahun 1923 ia menanamkan ajaran komunis di kalangan pelajar-pelajar dan guru-guru muda Sumatera Thawalib Padang Panjang. Sumatera Thawalib adalah suatu lembaga pendidikan yang dimiliki oleh kalangan pembaharu Islam di Sumatera Barat, dimana haji Batuah merupakan salah seorang pengajarnya.
Berawal dari Sumatera Thawalib Padang Panjang, paham komunis akhirnya menyebar ke berbagai daerah Sumatera Barat dibawa oleh para lulusan sekolah tersebut ke daerah asalnya. Penyebaran ini terutama dilakukan di kalangan petani. Oleh masyarakat setempat ajaran komunis ini disebut _“ilmu kominih”_ (Schrieke, 1960: 155). Ilmu ini menggabungkan ajaran Islam dengan ide anti penjajahan Belanda, anti imperialisme, anti kapitalisme, dan mengajarkan ajaran Marxis.
Pada akhir tahun 1923 Datuk Batuah, bersama-sama dengan Nazar Zaenuddin mendirikan pusat Komunikasi Islam di Padang panjang. Dalam waktu yang hampir bersamaan Datuk Batuah menerbitkan harian _”Pemandangan Islam”_ dan dan Nazar Zaenuddin menerbitkan _“Djago-Djago”_. Lembaga Pusat Komunikasi Islam dan kedua harian tersebut digunakan sebagai media penyiaran paham komunis.
Belum lagi dengan cerita tentang seorang Haji Misbah yang melakukan pemberontakan di Banten. Haji Misbah yang oleh karena berpaham komunis, lebih dikenal dengan sebutan “Haji Merah” ini, memadu padankan antara semangat revolusioner komunisme dengan Islam yang sama-sama anti terhadap penindasan dan penghisapan yang dilakukan manusia atas manusia lainnya _(exploitate del’ homme par homme)_.
Oleh karenanya dengan memahami dan membaca kembali literatur sejarah yang ada, dapat kita ungkapkan sisi berbeda yang jarang muncul dalam kajian umum.
*Komunisme Agamis*
Selain itu, ada juga komunisme agamis. heran bukan? Mengapa komunisme bisa menjadi agamis dalam waktu bersamaan? mari ubah pola pikir kita
Komunisme agamais merupakan bentuk komunisme yang berpusat pada prinsip-prinsip agama. Istilah ini biasanya merujuk pada sejumlah masyarakat agamais egaliter dan utopia yang menjalankan penyerahan hak milik secara sukarela sehingga keuntungan masyarakat tersebut disalurkan sesuai kebutuhan individu dan tiap-tiap orang bekerja sesuai kemampuan mereka masing-masing.
Istilah “komunisme agamais” juga digunakan untuk menjelaskan gagasan individu dan kelompok agamais yang menganjurkan penerapan kebijakan komunis pada skala yang lebih besar, sering kali bergabung dengan gerakan komunis sekuler dalam usaha mereka untuk menumpas kapitalisme. dan begitupun yang dianut oleh beberapa tokoh komunis Indonesia seperti tan Malaka dan DN.Aidit mereka itu punya keluarga yg berlatar belakang agamis
timbul opini saya bahwa Komunis diindonesia itu berbeda dengan Komunis dinegara lain yang mengenyampingkan agama namun diindonesia itu sebaliknya, Oleh karenanya, menurut Ali antara agama dan komunisme mestilah saling merangkul.
Buah pikir dari Ali telah dipikirkan jauh-jauh hari oleh Tan Malaka, sebagai salah seorang tokoh komunis Indonesia. Pada suatu pertemuan Komintern (Komunis Internasional) tahun 1922, Tan mengusulkan agar Komunisme dan Pan-Islamisme bersatu.
Sebab, menurutnya negara-negara Islam yang jatuh dalam cengkeraman imperialism dan kolonialisme barat tengah berjuang dalam melakukan perlawanan. Dan bukankah imperialisme dan kolonialisme barat merupakan musuh dari Komunisme juga? Dan tidakkah kita mesti mendukung Pan-Islamisme? Tanya Tan Malaka.
Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan ungkapan yang sangat bernas sekali, _“Kami telah ditanya di pertemuan-pertemuan publik:_
_Apakah Anda Muslim – ya atau tidak? Apakah Anda percaya pada Tuhan – ya atau tidak? Bagaimana kita menjawabnya? Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim, karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia!”_mungkin hanya ini yang bisa saya tulis semisal ada pemahaman-pemahaman yang keliru dalam tulisan ini mohon dikritik dan sekali lagi tulisan saya ini bukan maksud ingin mengubah fakta sejarah namun saya mengajak kawan-kawan mengubah pola pikir kita dalam mendengar kata Komunis bahwasanya tak selamanya Komunis itu bertentangan dengan agama dan harusnya saling merangkul kata ali syariati.
mungkin hanya ini yang bisa saya tulis semisal ada pemahaman-pemahaman yang keliru dalam tulisan ini mohon dikritik dan sekali lagi tulisan saya ini bukan maksud ingin mengubah fakta sejarah namun saya mengajak kawan-kawan mengubah pola pikir kita dalam mendengar kata Komunis bahwasanya tak selamanya Komunis itu bertentangan dengan agama dan harusnya saling merangkul kata ali syariati.
by: @Py