AI memonopoli ilmu pengetahuan

Berdasar pada pengalaman pribadi…
chatGPT akan memberi disclaimer lebih dulu sekalipun pertanyaan kita bernada netral/tanpa tendensi ketika bertanya hal2 berikut :

– terkait LGBT
– terkait dikotomi gender
– terkait Ideologi
– terkait hal yang mengarah ke ekstremisme
– terkait konflik Palestin-Isril
(Dan semacamnya)

Dalam hati saya ngomong, “lah kenapa jawabannya jadi kaya begini..” Perasaan sebelumnya jawabannya ga kaya gitu.

Terus, disclaimer nya chatGPT kelihatannya punya tujuan untuk ngejaga penanya agar tidak terjerumus ke arah yang ekstrem, sehingga jawaban ‘diplomatis’ nya bisa dijustifikasi sebagai jawaban atas pertanyaan yang sebenernya meminta fakta bukan opini. Jawaban diplomatis kan kebanyakan berupa opini, padahal chatGPT itu Al yang seharusnya tidak punya opini. Brarti dalam hal ini, opini nya adalah pandangan dari creator nya chatGPT, yang tentu chatGPT sebagai deepLearning Al tidak akan aware terhadap issue ini. Istilahnya, sebelum bisa ‘mencari’ sudah diamankan dulu apa yang bisa ‘dicari’ nya.

Saya sampai memberikan analogi ikan di dalam akuarium yang gak bisa melihat apa yang terjadi di akuarium karena batasan dinding akuarium akan menghasilkan bias, dan diapun mengakui hal itu. Makanya tidak mungkin bisa mengubah pandangan chatGPT.

Problemnya adalah, Al yang seperti ini (bergantung pada pandangan kreator) suatu saat bisa dijadikan media tersendiri dan memengaruhi banyak orang, terutama karena dia bisa berdiskusi dengan banyak orang sekaligus dan tidak semua orang sadar bahwa dia punya batasan terhadap apa yang mampu dia pelajari tersebut sehingga menimbulkan bias.

Kemudian muncullah dalam pikiran bahwa chatGPT juga butuh pesaing dari sisi bisnis/pasar supaya tidak memonopoli ilmu pengetahuan sebelum terlambat.

365 days

Hai,
Iyya.. kamu,
Tak terasa yah,
sudah sejauh ini..

Terima kasih ya…
karena di tengah semua yang melelahkan, kamu masih ada di sini-menemani langkah yang sering goyah, mendengar cerita yang itu-itu saja, dan memilih tetap bertahan meski kadang tak jelas arah dan tujuan.

Kamu tau susahku, kamu tau kurangku
tapi tetap memilih tidak pergi
tetap setia menemani prosesku
mana mungkin aku memberi saingan

Kamu tahu?
aku tidak pernah anggap ini hal kecil.
karena buatku, dipilih dan tetap dipertahankan, di dunia yang serba mudah menyerah, adalah bentuk cinta paling besar.

Kalau nanti jalannya berkelok, janji, ya…
kita tetap duduk berdua,
meski tak tahu harus ke mana.

Kalau nanti kamu capek, bilang, ya-
biar aku yang belajar jadi bahumu.

Dan kalau suatu hari
semua ini diuji oleh jarak, waktu, ataupun ragu-ragu.
aku harap kamu ingat:
aku tetap ingin kita-bukan hanya hari ini,
tapi juga esok dan puluhan tahun sesudahnya, sampai tak ada lagi yang kusebut rumah,

Selain namamu.

S🤍

Sudah saatnya (?)

Sekian lama aku berlari mengagumi mimpi
Mencoba melawan ragu hati
Yang tak bebas mencintai
Kudapati sepi, kusimpan perih sendiri
Buah dari segala kerendahan diri
Alhasil asa didekap, cinta terjaga dini
Dari semua tamu hati
Hingga sampai waktunya
Tabir perlahan terungkap
Sebagai buah dari kebosanan melanda
Yang telah lama menyembunyikan rasa
Tirai penyekat yang selama ini jadi penghalang
Sudah saatnya dibuka selebar-lebarnya
Agar tak ada lagi ragu hati
Yang buatmu dan buatku curiga
Benih-benih rasa yang sedari lama kita tanam
berbuahkan cinta yang sudah saatnya dipetik
Lalu dengan bebas menikmatinya bersama.
Mari menjalin kasih
Dan merangkai kisah
Bukan sebagai sepasang teman
Tetapi sebagai sepasang (….)

#peachy
#Peachy

Camp.280125
by@Phy

Sekalinya

Manusia bila sedang sehat, mimpinya banyak sekali
sekalinya sakit, mimpinya hanya ingin sehat

saat bebas, mimpinya ingin menggapai seluruh dunia
sekalinya terkurung, mimpinya ingin bisa melihat udara bebas diluar sana

dikala senang, waktu berjalan cepat sekali
bila sedih, waktu seakan melambat

ketika diuji harta berlebih, borosnya minta ampun
namun saat diuji serba kekurangan, ngeluhnya kesana kemari

begitulah kita, berlari mengejar yang jauh
tak sadar, bahwa yang berharga adalah yang nyaris rapuh

Ibarat

kalau lu mau masuk rumah gua silahkan
dan kalau lu mau pergi juga saya persilahkan
asal jangan berdiri lama didepan pintu
seolah ragu mau masuk atau pergi
sebab lu ngalangin orang lain yang mau masuk

#mohonpengertiannya

cerita bukan celoteh

panjang umur teruntuk orang² yang…
sebelum bercerita mesti ia renungkan dahulu
ia baru bercerita ke orang setelah mendapat solusi
atau setidaknya dirasa sudah pas untuk bercerita,
baru kemudian mendengarkan pendapat orang
atau cukup butuh pendengar sebagai tempat bercerita

sayanganya…
tak semua orang pantas jadi tempat berbagi rasa

Tembok sebelah

bisikan itu kian nyaring
telinga yang dulunya abai
kini agaknya mulai penasaran
mencoba menerka kata
dari balik tembok sebelah
basa-basi yang dulunya tabu
kini terus-terusan diulang 
anakku sekarang.., anaknya si…
entah sudah berapa kali
jadi awal pemantik sapa
seolah tak ada kode lain
yang pantas mereka pamerin 

tapi ah sudahlah… 
toh mereka hanya belum tau
kalau dimanapun, siapapun boleh jadi apapun

Yakin?

dirimu masih berproses…
yakin mau membahagiakan wanita?

ibumu sudah menua, bapakmu sudah melemah tenaganya
sekali lagi…, yakin bisa membahagiakan wanita?

aku tak melarang jika ada wanita diprosesmu
boleh saja, tapi….

“jika wanitamu tipe orang yang minta diratukan atau semacamnya, maka (tinggalkan)”

sewajarnya saja dalam menjalin hubungan, jangan berlebihan
ada orang tua dan masa depan yg mesti kau utamakan (dulu)

teringat kata mba nana (Najwa Shihab)
“dirimu masih hancur
uangmu masih sedikit
orang tuamu belum kau bahagiakan
lantas, mengapa kau menginginkan seseorang
sedangkan mengurus dirimu saja belum bisa”

🤡 : Yakinn….???

Kebablasan

salah satu kesalahan banyak anak muda masa kini “energinya habis di pembahasan cinta”, sampe lupa ada hal yg lebih penting (ekonomi keluarga contohnya..)

tidak salah sih.. cuman jangan kebablasan aja

Rehat

aura wajahnya mendadak sayu
bersama bibir yang kian layu
energi terkuras badan tak terurus

yang ia butuh bukan hiruk pikuk sana
tapi sejenak menikmati jeda
jeda… untuk satu dirinya

ini bukan tentang waktu
tapi tentang menyempatkan
sebab tak semua orang menikmati jedanya

lepaskan semua isi kepala
biarkan anggota badan lain
memuaskan rehatnya

@Py

Hearth

Tutup pintu tapi tak menguncinya
boleh kau buka, tapi liat dulu siapa yang mengetuknya
sebab tak semua ketukan menjanjikan kebahagiaan
maka berhati-hatilah saat membukanya

Cinta itu menyakitkan (?)

tak jarang orang menyalahkan cinta, bahkan benci dengan cinta, karena beranggapan cinta itu hanya menyakitkan dan jadi beban saja.

yaa… walau itu sebatas berdasar pengalaman jatuh cinta pribadinya selama ini.

Padahal yang menyakitkan itu bukanlah cinta. Melainkan “gambaran di pikiran mengenai orang yang kita pernah cintai namun dikecewakan”.

20 menit

Aku duduk bersamanya selama 20 menit,
kudengarkan apa yang dia katakan
lalu saat ia hendak turun dari angkot,
dia bertanya… “Oh iya, aku lupa umurmu berapa tadi?”
Kukatakan padanya… “Dua puluh menit”

Kamar Spesial

Hatiku sekarang ibarat rumah
Yang terbuka bagi siapa saja
Rumah ini kalian bebas kalian tumpangi dan keluar masuk
Entah sekedar singgah ngopi, curhat atau bahkan menginap juga boleh
Namun rumah ini hanya punya dua kamar
yang satu buat tamu dan satunya lagi spesial buat yang terpilih
Jadi yang boleh nginap saya batasi cukup satu orang
Dan saya sendiri sebetulnya tidak menginap dirumah itu
Cuman datang sesekali melihat apakah rumah masih baik-baik saja
Baik yang menginap atau tamu bebas lakuin apa saja dirumah itu
Dan selagi saya tidak dirumah aku sering berpesan tolong jangan berantakin apapun dirumah ini
kembalikan barang yang diambil ketempatnya semula
Sebab rumah ini sudah beberapa kali pernah hampir rubuh, hancur, bahkan dilalap api*
Teruntuk yang saya izinkan menginap
Tolong jaga dan rawat rumah ini untukku
Anda bebas mau nginap berapa lama
Bebas keluar masuk
Bebas pulang malam, dan
Bila merasa tidak nyaman atau sudah bosan
Kalian pun bebas pergi dari rumah ini kalau itu mau anda
Saya tidak akan pernah menahan apalagi melarang
Dan bagi yang mampu bertahan serta nyaman dan
bisa menjaga serta menerima rumah sederhana ini
Sampai saya pulang
Saya katakan “selamat kamar spesial itu bisa kau tempati”

Pacaran itu “Penting”?

Apa yang kau harap dari ucapannya sedang hubunganmu saja belum tentu pasti. Mendistraksikan pacaran dengan embel-embel suport system. Mendiskreditkan agama dengan dalih pertemanan dan bersembunyi dibalik kerudung, sungguh kamuflase apik dari perz*nahan


(Disclaimer tulisan ini bukan ditujukan untuk orang yang baperan, yang meyakini bahwa pacaran itu harus dihindari, atas dasar keyakinan pada agamanya)

Bagiku pacaran tidak selamanya identik pada hal buruk, namun sayang kata ini sudah terlanjur dikonotasikan pada hal buruk. Mereka bahkan tidak segang melabeli kata “haram” seolah apa yang dinamakan pacaran bawaannya pasti buruk. Mereka dibutakan oleh pendapat mayoritasnya dan menolak pendapat alternatif.
Berikut alasan mengapa pacaran itu penting

Mengapa pacaran itu penting?
1. Belajar memahami lawan jenis.
Secara umum, kebanyakan dari kita lebih nyaman berkumpul dan bersosialisasi dengan orang yang sama gendernya.
Rasa nyaman ini timbul karena kita memiliki kecenderungan yang sama dalam berpikir, bersikap, merasa, dan berkomunikasi, sehingga berteman dengan sesama jenis lebih mudah untuk dilakukan.
Sedangkan dengan lawan jenis, jika kita tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam berhubungan, berkomunikasi, dan memahami mereka, cepat atau lambat akan mengganggu dan berpotensi merusak hubungan pernikahanmu di masa depan.

2.Membangun ikatan emosional
Membangun ikatan emosional dengan orang lain bukan hal yang mudah, Ia butuh effort, kemauan, kemampuan untuk memahami & menerima orang lain, dan yang terpenting: it takes time.
Walaupun ikatan emosional yang kuat dapat dipenuhi oleh seorang sahabat, tetap ada kebutuhan yang biasanya hanya bisa dipenuhi oleh pasangan kita, yaitu: Intimacy (emotional, intellectual, and physical).
Ikatan emosional yang kuat adalah hal terpenting yang dimiliki manusia untuk melawan perasaan kesepian. Jadi, belajar membangun ikatan emosional adalah elemen kunci pada survival manusia. Fyi, kesepian adalah salah satu penyebab utama gangguan depresi.

3. Menjadi cermin perilaku
Memiliki pasangan membuatmu terikat pada mereka, itu berarti, sebagian hidupmu, secara tidak langsung akan berasimilasi (menyatu) dengan sebagian hidupnya. Sehingga, yang kau lakukan akan sedikit banyak memengaruhi kehidupan & perasaan pasanganmu, dan juga sebaliknya.
Memiliki pasangan membuatmu sadar bahwa ternyata banyak dari perilakumu yang tidak efektif, tidak adaptif atau tidak menyenangkan, sehingga kau akan memiliki kesempatan untuk terus mendapat masukan dari “cermin”-mu, atau kalau dalam istilah saya: Behavior Corrector.

4. Belajar untuk bernegosiasi
Karena kamu dan pasanganmu memiliki latar belakang, pola pikir, kepribadian, keinginan, preferensi, dan pola komunikasi yang berbeda, maka dapat dipastikan cepat atau lambat kalian akan memiliki perbedaan pandangan tentang bagaimana seharusnya hubungan kalian dijalani.
Dengan demikian, jika kamu dan pasangan ingin hubungan ini terus berlanjut, harus ada proses negosiasi yang dilakukan, and trust me.. it’s very very difficult, apalagi jika salah satu di antara kalian masih kekanak- kanakan yang hanya mau dituruti.
Sehingga, perlu disadari bahwa kedua belah pihak perlu belajar untuk mendengar, mengartikulasikan (menyampaikan) pikiran & perasaan, berdebat dengan kepala dingin, hingga membuat kesepakatan.

5. Belajar untuk mencintai
Mencintai itu bukan sekadar memiliki perasaan cinta pada orang lain. Loving is an art. Dan kamu harus memelajari bagaimana pasanganmu ingin dicintai, bukan malah memaksakan caramu dalam mencintai mereka, karena setiap orang memiliki preferensi dicintai berbeda-beda.
Meski demikian, ada beberapa hal fundamental dalam mencintai orang lain yang kamu perlu pelajari, yaitu:
Mengapresiasi kebaikan mereka, menghargai usaha dan perjuangan mereka, memahami dan berempati, memberi dukungan agar la terus berkembang secara personal maupun professional, memaafkan kesalahannya, menghormati egonya, dan menerima masa lalunya.
Note: Jika tidak mampu menerima masa lalunya, sebaiknya segera tinggalkan, don’t waste their time.

Membangun hubungan itu butuh kerja keras, dan jika berhasil kamu lakukan dengan benar, kamu bisa menjadi orang yang lebih baik.
dan tentu saja, bagian paling penting: kau jadi lebih matang untuk menginjak ke hubungan yang lebih serius, yaitu pernikahan.
So, salam buat pacarmu, bilang kalian ada PR untuk dikerjakan bersama hehe

Aku belum siap

Jangan berekspektasi tinggi denganku
Karena aku hanyalah manusia
Jangan menaruh harap padaku
Karena aku bukanlah Tuhan
Aku bisa kapan saja mengecewakanmu
Entah itu perkataan atau perlakuan
Aku bukan orang baik*
Aku hanya orang yang sedang belajar jadi baik
Jangan berangan kau, aku atau kita spesial,
Maaf untuk semua orang yang merasa kecewa
Dan maaf buat semuanya
saat ini…

aku belum pantas

Bisik raga

Widiiiih… Dah tua aja lu, dah besar kamu yah
Btw makasih loh yah untuk selama ini, masih betah meladeni manusia sepertiku
Maaf yah akan perilaku saya selama ini
Maklumlah emang dasarnya pemalas apalagi soal merawat kamu. Jarang mandi, sering begadang dan apapun makanan kulahap
hehe sekali lagi maaf yah, saya janji kok kali ini akan merhatiin kamu. Macam sering olahraga, makan dan tidur tepat waktu
Iyya kali ini aku serius… Sumpah (kalau ingat)
Hh canda…

Jgn sering” sakit lagi yah kamu
Nanti stres lagi akunya… Yah?
Oh yah satu lagi permintaanku
Tolong cepat-cepat gemuklah
Nah… hehehe
#peace
#selamatmenuamybody

260100

Mengenang rindu

Sunyiku telah kembali kepertapaan
menyendiri dalam keterasingan
dalam sejuk hening kedamaian
Kini, kami telah kembali nyaman
Nyaman dalam arti lain…

Tak ada lagi yang membangunkan
Dalam tidur penuh penat
Tak ada lagi yang mesti dipusingkan
Dalam menyambut hari esok
Tak ada lagi suara ocehan perempuan
Ketika tidur kesiangan
Tak ada lagi bising para anak-anak
Yang mengganggu nyenyak
Tak ada lagi deadline
Yang menunggu dituntaskan
Tak ada lagi kesibukan
Yang mengharuskan begadang
Tak ada lagi rapat
Sampai larut
Tak ada lagi yang namanya antri
Masuk kamar mandi
Tak ada lagi yang kena marah
Sebab pulang larut malam
Dan yang ada hanyalah Kenangan akan perihal semua itu

Banyak cerita telah lewat
Banyak cinta telah tercipta
Banyak tawa telah menghias, dan
Banyak tangis telah menetes
Tiada hari tanpa canda tawa
Tiada hari tanpa kekonyolan
Tiada hari tanpa hiburan
Serta tiada momen yang tak berkesan
Disana…

Apalah aku (ibu)

Apalah aku dibanding anak-anak sebaya lain yang taunya mengeluh dan mengeluh seolah hanya aku yang diberi cobaan yang paling berat
Apalah aku dibanding remaja-remaja lain yang ingat hari ini hari ibu lewat story sosmed
Maluku pada mereka yang jauh-jauh hari menyiapkan kado ataupun sekedar puisi kata-kata indah buat ibunya

Namun… Bagiku hari ini dan semua hari sama saja
Tak perlu menunggu hari ini tuk membuatnya bahagia
Sebab yang saya yakini semua hari adalah hari yang spesial buat ibunda
Tak perlu aku berpikir ibuku akan membaca tulisan ini apalagi berharap balasan darinya
Aku rasa bukan sekedar ucapan yang ibu butuhkan saat ini dan pastinya lebih dari sekadar tindakan

Aku benci, tapi harus kuakui setiap hari ibu bertambah tua, sedang aku tumbuh besar tapi itu-itu saja, Pembangkan, pemalas, pecundang, acuh dan kadang cuek tanpa mempedulikan hati ibu

Maaf ibu… Belum bisa jadi anak yang sesuai harapmu, maumu dan doamu. Kau kusayangi meski enggan mengungkapkan, meski ku tahu rambutmu yang mulai memutih akan rontok juga, meski kusadar kau yang sehat akan sakit juga
Tapi tenang mah, don’t worry… Jika dulu kau yang menggendongku nanti jika tiba saatnya aku yang akan menggendongmu, menjagamu dan merawatmu sepenuh hati selayaknya aku bayi dulu
Jaga dirimu baik-baik ya mah… masih banyak tugas yang belum kuselesaikan. kuharap kau masih rela, disini, dirumah ini, menungguku tuk melihat anak-anakmu bahagia dewasa

Happy mother’s day, dari anakmu yang pembangkan

Apa jadinya jika desaku jadi kota (sebentar)?

Jiwa tersentak dibangunkan suara dering alarm dari handphone yang sengaja kuletakkan dekat kepala, belajar dari pengalaman lalu-lalu yang terbuai oleh mimpi dan lupa akan kewajiban sebagai seorang hamba. Setelah tubuh sudah nampak lebih bugar, tanpa lagi harus disuruh, lanjut menjalankan kewajiban sebagai seorang anak dikampung dengan mengambil air disumur dan membawanya ke rumah buat keperluan minum ataupun mandi keluarga dan bukan hanya itu ada banyak hal lain yang tidak kudapatkan ketika hidup dikota. Seperti biasa setelah melakukan aktivitas yang cukup melelahkan, kuambil sebatang cerutu sisa semalam yang terselip dikantong krisis ini. Hawa yang dingin membuat rokok itu sedikit layu (salahku menyimpannya ditempat terbuka haha). Rokok kuhisap lalu menghembuskannya dengan pelan, namun kali ini berbeda, dengan ekspresi bingung penuh tanya “ko’ rokok kali ini aneh… terasa hambar , hmm pasti ada yang salah nih. Mata meraba sambil pikiran menerka dan ternyata ada satuhal kebiasaan penting terlewatkan…. (Apa tuuuh) yaitu secangkir kopi. (hehehe) dasar pelupa… ucapku yang langsung bergegas kedapur buru-buru,
Sampai dipenghujung rokok dan kopi sudah setengah habis, Tetiba efek dari kedua perpaduan ciamik itu (kopi dan rokok) membuat pikiran kosong dan penuh tanda tanya, kumpulan pertanyaan-pertanyaan absurd mengantri menunggu jawaban dariku yang mulai dimode hening (Melamun). Melamun diteras depan duduk dengan nuansa siluet kampung asri yang belum terjamah tangan-tangan kotor orang *kota. Sembari membayangkan dan bertanya, apa jadinya jika desaku jadi kota (sebentar)?

Delusi Kebenaran

Saat ini orang cenderung mencari informasi yang sesuai dengan pemikirannya dan menjadikannya pembenaran sesuai logika mereka. Memang, itu mungkin tak salah namun yang salah jika mereka membawa ego didalamnya walau ia mampu merasionalkan dan menjelaskannya. Karena sejak adanya ego dalam pikiran mereka, maka informasi-informasi lain yang tak sesuai pemikirannya akan dipinggirkan lalu dibuang, tak peduli itu pendapat lama dan mayoritas dipercaya, yang jelas jika lain atau berbeda dengan yang diinginkan maka itu tetap akan salah dimata dan pikiran mereka.
Maka solusi praktis dalam mencari informasi yang begitu banyak beredar utamanya di jagat maya adalah dengan belajar memfilter informasi yang relevan sesuai fakta dan tetap skeptis atas informasi baru meski sesuai yang kita mau, serta kesampingkan ego sebab itu bisa melahirkan delusi kebenaran dan membantu menyebarkan hoax.

“samahalnya dengan quotes atau kata² motivasi yang berseliweran diluar sana… orang mengira quotes itu relate akan kehidupannya namun nyatanya itu hanya delusi yang menyesuaikan akan kemauan orangnya.

Keambiguan

Berdamai dengan pemikiran dengan membebaskannya dari pemikiran negatif. Menghapus sangka dan prasangka yang menggiring opini tak berdasar terlepas atas apa dan siapa dia. Mari tegur teguran, rangkul merangkul tanpa ada keren kerenan toh aku kau dan kita tak ada bedanya dengan benalu yang hidupnya menumpang. Bukankah asik bila terbentuk dan terbentur bersama, atau mungkin kau sukanya bertahan?, bertahan yang perlahan tertinggal oleh rombongan yang (katanya) melawan. Okelah jika kau anggap itu pembenaran diri, tapi sampai kapan kau mampu bertahan. Tanpa sadar dirimu sudah lapuk digerogoti ego. Atau jangan jangan ini hanya bualanmu sahaja yang dengan itu agar kau dapat menarik simpati dengan mempermainkan empati manusia manusia lain seolah kau kaum tertindas, Ucap sipaling merasa benar.
#peace🤞😊

@py

Gerutu

Kala sore itu, didepan teras rumah minimalis terlihat seorang lelaki kurus yang lagi bergumam entah pada siapa, sebab yang duduk disampingnya hanya pot bunga berjejer rapi yang sesekali mengangguk terkena angin sepoi seakan asik berbincang dengan si pria tersebut. Pria dengan perawakan kurus dan rambut panjang terawat duduk dengan sarung yang masih saja dikenakan sehabis shalat azhar. Sepintas jika pertama melihat pria tersebut mungkin akan menganggapnya aneh sebab kebiasaannya berbincang sendiri dengan kedua tangan dibelakang menyangga tubuh ramping sembari mendongak menatap awan, entah apa yang lagi ia hayalkan.
Ibunya yang tentu sudah paham dan mengenal betul anaknya pasti tau betul anaknya sedang apa, makanya sering ibunya duduk mendengarkan dan meladeni cerita anaknya ketika lagi sendiri.
Anak yang sudah puber itu seringkali bercerita panjang lebar akan sesosok wanita yang ia cintai, bahkan sakin asiknya bercerita sampai keduanya kadang lupa waktu. Biasanya dipenghujung cerita ibunya tersenyum dan tak lupa menitipkan pesan pada anaknya sekedar mengingatkan bahwa “perihal wanita yang ingin kau jadikan pendamping hidupmu itu nanti ibu bantu”,.
Sambil tertawa dia membalas ucapan ibunya… “Bu, sesekali sematkan nama dia yah dalam doa ibu” ucap pria tersebut.

Kukira kau…

Ku kira, hujan akan segera berakhir
Ternyata ia semakin menggila dengan gemuruh
Ku kira, kenangan tentangmu akan lenyap
Namun semuanya masih utuh, dari rintik2 genangan yang membuat kenangan selalu basah bersama airmata

Menggigil menggila membuatku tak mampu lari dari kenyataan
Bahwasanya semua tentangmu masih menjadi bagianku
Kau hanya menghilang, namun bayangmu masi utuh menemani
Disini ku menjerit tangis
Pilu yang berkepanjangan

Berhentilah sejenak
Derasmu seakan membunuh dan menyeretku pada luka yang paling menyakitkan
Ketegaranku hilang oleh kegilaanmu
Semua yang ingin ku akhiri, kau kembalikan dalam ingatanku

Kapan luka ini kering?
Kapan kau akan berhenti?
Aku menggigil kesakitan yang terus di basahi olehmu

Aku capek….
Bukannya aku tak suka hujan
Bukan pula aku tak ingin hujan selalu membasi bumi
Tapi hadirnya terlalu lama
Hingga membuatku menggigil menggila bersama kenangan yang masi tertata rapi dalam ingatan sanubari

By@Py

Terlanjur Curiga

Ada sepasang sahabat pria dan wanita
Yang dimana salah satunya ada yang memendam rasa namun sulit ia ungkap entah malu atau belum waktunya yang jelas benih-benih itu sudah ada. Seiring berjalannya waktu sepasang sahabat ini semakin dekat sebab pertemuan intens yang kerap mereka lakukan, sampai-sampai orang menganggapnya pacaran.
Lambat laung salah seorang yang punya rasa tersebut tak tahan lagi akan benih-benih suka yang makin tumbuh, akhirnya orang tersebut memberanikan diri dan memantapkan diri ingin menyatakan cinta padanya setelah ia merasa sudah pantas dan sudah waktunya.
Menjelang momen tersebut tiba-tiba terbesit dalam pikiran orang tersebut seolah ada yang membisikkan bahwa dia itu sudah punya pacar, awalnya orang tersebut tak menggubrisnya tetapi lama-lama timbul curiga juga, akhirnya orang tersebut saat bertemu atau chattingan kerap kali suka memancing-mancing agar rasa curiganya tersebut terobati.
Namun nyatanya makin hari rasa curiganya tersebut bukannya tambah sembuh justru makin curiga pada dia. Lewat berbagai cara dan ilmu yang ia miliki ternyata kecurigaan orang tersebut ternyata benar, bahwasanya dia punya pacar.
Setelah tau fakta itu, orang tersebut menanggapinya biasa saja dan berkata dalam hati “seperti biasa, terulang lagi”. Ternyata orang tersebut sudah pernah digituin makanya dia biasa saja dan bahkan seolah tak terjadi apa-apa. Komunikasi tetap berjalan dan sikappun tak ada yang berubah darinya.
Akibat banyaknya cobaan masalah yang pernah dialami orang tersebut dalam percintaan akhirnya ia sudah berdamai dengan dirinya, yang awalnya membodoh-bodohi dirinya sendiri namun sekarang memaafkan kebodohan, yang awalnya sulit menerima dengan berat hati namun sekarang ikhlas menerima dengan lapang dada.
Sekarang orang tersebut makin sukses sebab tidak terlalu mengurusi masalah percintaan, bukannya orang tersebut tak mau lagi percaya dengan wanita atau mau berpacaran tetapi orang tersebut berprinsip jika mau singah silahkan jika mau menetap silahkan, pintu ini terbuka bagi siapa saja tetapi tolong jangan kau berantakin rumah ini (lagi).

By@Py

Pemalu bukan benalu

Kalian pasti sependapat bahwa setiap manusia itu memiliki ciri kepribadian berbeda-beda dan sama halnya pada pasangan terkadang baik itu pria atau wanita seringkali menuntut pasangannya buat (peka) entah apapun itu. Dan tak jarang kita menemui pasangan yang putus atau cekcok dikarenakan pasangannya kurang (peka) atau tidak mengerti perasaannya padahal itu berawal dari masalah sepele misal kalau berjalan mesti bergandeng tangan, kalau boncengan mesti dipeluk, atau kalau mau sesuatu mesti dibeliin sebab kalau tidak dia akan marah, merengek, ngambek tidak peduli kalau sedang berada dimuka umum atau tidak, yang jelas akibat kelakuan pasangannya tersebut membuat dia merasa malu pada orang disekitarnya. Memang tidak semua orang mungkin tidak merasa malu karena hal itu namun bagi sebagian orang terutama yang pemalu akan menganggapnya itu konyol dan saya yakin hal yang sama juga dirasakan jika anda mencobanya pada pada orang introvert. So, mengerti dan hargailah perasaan orang lain juga, jangan permalukan dan menuduh pasangannya tidak peka atau cinta lagi.
Hedeeh… Serah lu aja

Abu-abu

Mungkin aku salah mengartikan kata suka
Dengan melabelinya kata bermaknakan cinta
Aku yang terlanjur menaruh rasa
Tertahan oleh ketidakpastian

Pikiran mencoba menerka teka-teki
Apakah sudah dimulai atau belum sama sekali
Apakah itu serius atau kau hanya bergurau
Jika benar bergurau itu sama sekali tak lucu

Kamu mirip buku novel, aku baru membaca diawal
Tapi aku sudah merasa kesulitan memahami isinya
Walaupun begitu aku penasaran membaca sampai akhir
Bukan hanya membaca, tapi aku ingin memahami isinya

Kau mengajarkanku arti dari kesabaran
Bagaimana bersabar menahan rindu
Rindu menunggu secercah harapan
Mungkin kau tak tau sama yang namanya menunggu
Sebab aku tak pernah membiarkanmu menunggu
Aku rela menunggu agar kamu tidak menunggu
Aku selalu menunggu agar kamu tidak sempat merindu
Entah kau tau itu, yang jelas aku lakukan setiap waktu

Kamu adalah candu
Selalunya buatku merasa ingin bertemu
Kamu adalah racun
Selalunya buatku merasa hilang akal
Aku menjelma bak anak kecil
Merengek manja kepadamu setiap melepas rindu
Aku menjelma bak badut
Menghiburmu telah menjadi kebiasaanku
Aku menjelma bak orang tuamu
Menjagamu dan mengawasimu selalu
Meski aku bukan siapa-siapa kamu

Aku ingin bersamamu, menemani harimu
Aku akan bertahan semampu dan sekuat yang aku bisa
Menikmati hubungan abu-abu ini
Sampai di batas di mana aku
Merasa tidak sanggup dan mampu lagi.

Semoga kamu yang selalu aku semogakan
Segera memperjelas hubungan abu-abu ini
Dan mewarnainya dengan tinta warna-warni

Terlalu berat untuk diabaikan
Terlanjur ragu untuk dipertahankan

By@Py
Si_abu

Pesan & kesan

Setiap orang memiliki standar dalam menyukai seseorang dan terkadang standarnya itu berkebalikan dengan pendapat umum bahkan mungkin dicap aneh.
Kebanyakan orang rata-rata menyukai pasangan yang sering berkabar entah bertanya keadaan, kesehatan atau hal-hal yang tak penting semacam bertanya perihal sudah makan atau belum, sudah mandi atau tidak dan sebagainya.
Namun beda halnya orang ini yang justru menyukai yang sebaliknya, mungkin prinsipnya semakin ia jarang berkabar maka semakin rindu dan semakin ia rindu maka tandanya semakin cinta. Aaaaah…..
(Mungkin ini bisa dikategorikan bucin ngak yah? Hehe)
“katanya, sekalinya ia mengirim pesan entah mengapa selalunya memberi kesan”
(Hhh, ada-ada aja aku… Ups)

“Pesan yang acap kali berbekas dalam sanubari, berbalut kerinduan mesra, berbantalkan doa-doa baik, sambil memimpikan masa depan bersama…. Nanti”.

Ceracau

Suara itu tiba-tiba tengiang, Bebisik diantara telinga yang suaranya makin jelas dan nyaring, lantas mengingatkanku pada seseorang.
Dasar… rupanya dia lagi.
Biasanya aku acuh menutup kuping saat bersamanya, Tapi mengapa aku rindu mendengar segala ocehan itu, lagi.
Haha ada-ada aja @diriku…

By@Py

Ciptakan Momentum

Setiap zaman ada masanya dan begitupun teman (sahabat), ada masanya. Manusia itu pelupa tidak ada seorangpun yang bisa menceritakan dengan detail setiap perjalanan hidupnya dan hanya peristiwa berkesan atau momentum tersendiri yang dapat tersimpan dalam memori lama otak. makanya ciptakan momentum kalian, buat orang lain atau teman mudah mengingatmu, buat dirimu berharga dimata mereka, buktikan bahwa mereka merasa beruntung kau pernah ada dihidupnya, dimasanya, selamanya, didaftar orang-orang baik bukan sebaliknya.

By@Py

Itukah yang kau maksud CINTA?

Di tengah penantian akan sosok pengisi sanubari, tak jarang kutemui pribadi yang rela menyiksa batinnya demi menjaga jalinan tetap abadi. Manisnya cinta terlalu lugu disikapi, sehingga sejuta luka seakan tak berarti. Hati tak lantas pergi meski menyadari terjebak dalam tirani. Semua karena sikap berani untuk disakiti dilandasi rasa takut kehilangan yang tak bertepi, hingga akhirnya  jiwa terpasung larut dalam kendalinya

Menyiakan kebenaran mengiyakan keraguan

Terkadang jiwa ini sering membual
Membual dalam setiap lamunan
Bahwa betapa bodoh sekaligus beruntungnya aku
Aku sebagai manusia pendosa
pendusta dan penuh kekurangan
Dikelilingi manusia yang suci, baik
serta banyak kelebihan
Maaf telah menyianyiakan kalian
Sebenarnya bukan bermaksud ingin menyianyiakan
Namun lebih kepada tak tau langkah apa yang mesti saya ambil
Atau takut apa yang akan terjadi jika aku meng-iyakan
Aku hanya tak ingin hal ini jadi alasan Tuhan
Hal-hal buruk datang menghampiri kita.
Pertemuan-pertemuan intens yang kami lakukan
Itu akan terasa lain jika terselip ikatan rasa didalam
Dan merembet merusak yang lain Teman, Sahabat, Pendidikan bahkan Keluarga
Ya… Memang terkesan berlebihan jika itu menjadi sebuah alasan
Namun jika memilih diantara kalian aku lebih memilih kamu
#@…
#maaf
#akanadawaktunya #bukanpenolakan

“Lucunya… Aku terbalik”

Menangis lah!

“menangis itu indah”

Sering orang menganggap tangisan adalah tanda seorang lemah, utamanya jika yang menangis seorang pria maskulin. Pandangan masyarakat selalu menempatkan pria harus kuat dan tidak boleh menangis sehingga citra ketika ada seorang pria menangis itu lemah bahkan ada yang berkata (banci) yang mengindikasikan bahwa perilaku tersebut hanya wanita yang bisa menangis dan Mirisnya, bahkan para orang tua sering mendikte anak lelakinya bahwa “laki-laki harus kuat jadi gak boleh menangis”, toh bukan berarti dia itu lemah.

Menangislah jangan ditahan atau dipendam, keluarkan lepaskan kau berhak atas dirimu, itu hakmu. Ini sama seperti, jika engkau lapar, makan. Jika engkau ingin bernafas, bernafaslah.

Tubuhmu butuh menangis, namun engkau tidak butuh. Engkau dan tubuh adalah dua hal yang berbeda. Maka ketika tubuh memberimu sinyal untuk menangis, menangislah.. turuti apa maunya karena Itulah yang ia butuhkan.

BODOH

Seringkali kita merasa diri ini bodoh dibandingkan orang lain, merasa bukan apa-apa dibandingkan dia yang kau anggap pintar (walau belum tentu). Manusia pada dasarnya semuanya bodoh namun kadar kebodohannya berbeda-beda.
Biasanya mereka-mereka untuk ingin merasa lebih (pintar) dibandingkan orang lain tentu dengan belajar dan belajar. Memang baik ketika orang giat belajar namun akan jadi racun ketika belajar menjadi (beban) di pikiran.
Mari memaafkan kebodohan diri dengan berdamai dan menerimanya, jangan memaksakan jangan pula berdiam diri

#Pintar ada batasnya namun bodoh tak ada batasnya
#Stoic

By@py

Mengeluhlah dengan semestinya

Belakangan ini banyak teman yang bercerita dengan segala bebannya di hari itu. sedikit risih, tapi bagaimana juga sebagai teman, aku ataupun kita harus mendengarkan dengan baik-baik apa yang mereka ceritakan. sempat terbesit dalam hati, ‘kita sebenarnya saling punya masalah, berat dan cukup mengganggu mood memang.’

Ada kalanya kita senantiasa merasa paling menderita di bumi Tuhan ini. Masalah yang kita lewati adalah masalah yang luar biasa tidak ada ujung penyelesaiannya. Itu hanya di mata kita. Padahal, di mata orang lain luar sana, ada yang paling berat, tapi mereka masih menjalaninya dengan apa adanya. barang kali pasrah atau bisa jadi tidak mendapatkan jalan lain untuk keluar; mereka menerimanya begitu saja.

Bagaikan sebuah film drama, tidak ada konflik, drama tidak akan seru untuk di tonton; terkesan monoton dan hambar. Begitu juga dengan hidup, kebanyakan enak juga bakal membosankan. Jika dibayangkan sepertinya seru, tapi hidup tanpa tantangan layaknya kita dibiarkan sama Tuhan. Hidup enak terus juga sebagian dari cobaan. Keenakan maksiat, uang mengalir, teman dekat banyak atau lainnya. Barang kali Tuhan tidak mau mengurusi hidup kita. Tapi ingat, hukuman tetap berlaku. Bisa jadi tidak sekarang, tapi lain waktu atau lain kehidupan.

Kita adalah makhluk paling sempurna dalam penciptaan. Manusia adalah perasa paling sempurna, mereka bisa merasakan apa saja, bahkan melebih-lebihkan yang semestinya. Tapi suka lupa bagaimana memberikan rasa kepada Tuhan yang esa.

Benar, kita sering lupa menaruh rasa, cinta bahkan kerinduan. Kita datang di saat masalah ikut datang. Kita mencintainya, ketika sedang melangitkan hajat bersifat dunia. Dan merindukannya, saat paling-paling gentingnya hidup yang tidak baik-baik saja. Ketika masalah yang dihadapi semakin parah dan tidak ada perkembangan membaik, justru menegur bahwa Tuhan sedang tidak berpihak. Makhluk macam apa sebenarnya kita ini? Mari membenarkan satu per satu.

Kenapa Tuhan memberi masalah? Sebab Tuhan minta perhatian, Tuhan ingin tau berapa nilai yang diberikan pada manusia yang sedang diujiNya. Sebagai acuan seberapa lagi ditinggikan derajat manusia tersebut. Semuanya untuk manusia.

Sedangkan, kenapa manusia datang pada Tuhan ketika memiliki hajat saja? Sebab manusia itu paling tau siapa yang menjamin semuanya terkabulkan. Merengek sepuasnya sampai dituruti dan mendapatkan apa yang mereka mau. Sampai lupa, bahwa yang terpenting dari meminta adalah ridho dan keikhlasan. Barang kali doa kita belakangan ini kurang ikhlas, terlalu memaksa atau mungkin kurang berpasrah dalam menghadapi suatu masalah. Tuhan menjamin bakal memberi. Mari, sabar sedikit lagi ya.

Kenapa Tuhan tidak dipihak kita, padahal selama ini sudah meminta yang semestinya? Tidak. Tuhan selalu berpihak. Barang kali permintaannya belum tepat untuk dikabulkan. Atau mungkin sujud kita terlalu terburu-buru untuk menyampaikan apa yang kita mau. Sampai akhirnya lupa, bahwa Tuhan membutuhkan bujukan, pujian serta rayuan yang indah-indah sebelumnya.

Mengeluh boleh. Tapi sewajarnya. Mari sabar sedikit dan pelan-pelan menyelesaikannya dengan tulus. Selama ini Tuhan selalu dipihak kita. Namun, kitanya saja yang hanya sesekali berpihak (pas ada masalah dan permintaan). Selama ini Tuhan mengabulkan segala doa, tapi di masa yang paling tepat. Masalahmu untuk kebaikanmu. Tuhan hanya membutuhkan kehadiranmu dalam sujud, doa dan dzikir.

Banyak hal-hal yang perlu disyukuri. Begitu juga dengan sebuah masalah. Bersyukurlah ketika hanya diberi masalah yang bisa kamu selesaikan. Karna memang semua masalah yang diberikan Tuhan sudah mendapatkan kepercayaanNya bahwa kamu BISA menyelesaikannya dengan baik. Sisanya, adalah ketulusan dan kesabaran. Susah, iya sangat susah. Maka dari itu, pelan-pelan ya.. sabar sedikit lagi.

Berdzikirlah dengan tulus, kurangi membebani diri dengan masalah yang tidak perlu sipikirkan. Tunaikanlah sholat dengan khusyu’, menghadapNya tidak boleh sembarangan. Sebab dalam sholatlah banyak pujian dan pertolongan yang bakal kita terima. Sesekali pergilah bertahajjud, minta apapun yang kamu butuhkan, berdzikirlah dengan sebaik mungkin dan sampaikan keluh kesahmu selama ini. Cukup Tuhan yang mendengar. Percayalah, takdir dan keajaiban selalu ada. Tuhan selalu romantis dalam membuat takdir. Sisanya adalah kita bagaimana melakukannya.

Dan ingat, jangan lupakan hambaNya yang lain. Terlalu berpihak dan berbaik hati dengan Tuhan tapi lupa dengan makhlukNya juga tidak baik. Sudah terlalu banyak nikmat Tuhan yang kita terima, mari bagikan kenikmatan itu untuk orang lain. Sedekah ketika punya uang banyak. Membagikan ilmu ketika diberi kesempatan belajar yang luar biasa. Tersenyum bahagia untuk membagikan kebahagiaan dan mencoba membantu serta mendengarkan keluh kesah teman.

Berkeluh kesahlah dengan semestinya, mintalah sepuas-puasnya, berusahalah semaksimalnya. Dan berdzikirlah setiap nafas padaNya. Tidak perlu terburu-buru, sedikit-sedikit berusaha agar terbiasa. Mari saling self reminder, saling mengingatkan dan tidak pelit dalam memberi saran.

“Sungguh manusia diciptakan bersifat mengeluh.”
[QS. Al-Maarij: 19]

Menanti Sanubari

Sekian lama aku berlari mengagumi mimpi
Mencoba melawan ragu hati yang tak bebas mencintai
Kudapati sepi, kusimpan perih sendiri
Dengan hidup menyendiri
Buah dari segala kerendahan hati
Yang tak ciut oleh nyali
Kan kuserahkan semua pada ilahi
Sebagai bentuk menyayangi nurani
Alhasil asa didekap cinta terjaga dini
meskipun masih menjadi misteri
Kerinduan takkan pernah mati

By@Py

MALU


Jiwa melebur dan membaur dengan alam
Melepaskan diri dari rayuan birahi dunia
Menyiratkan ruh yang tengah lapang
Pada raga yang kian gundah
Pada dusta yang banyak diperbuat

Menunduk malu pada sang kuasa
Menyesali sesal kekhilafan
Sambil menitikkan air racun
Hingga tak kunjung surut
Walau banyak mata yang menyorot

Bumi kini makin lapuk nan rapuh
Menampung ribuan makhluknya
Yang lalai bahkan bangga pada salahnya
Tuhanku tak pernah marah
Sebab takdir telah ditetapkan

Hanya malu….
Pada Tuhanku yang maha sabar
Sedang makhluknya tak kunjung sadar
🪶
#MalujadiBenalu

Pahlawan Itu Didekatmu

Pahlawan itu di dekatmu.
Dulu kamu sembunyi di rahim cintanya.
Dulu ia bertarung melawan mati agar kamu hidup dan menangis di pelukannya.
Ia yang merelakan lelap tidurnya terganggu demi kamu, yang tulus memasak letih dan menahan luka demi kamu
yang ikhlas menampung keluh demi kamu
yang diam-diam mengurai air mata demi kamu
yang terang-terangan menangis manakala ada yang menyakiti hatimu
Ia pahlawan sejatimu.
Ia yang kamu sebut sebagai
Ibu…

Pahlawan itu di dekatmu.
Dulu ia terbahak-bahak sambil menangis saat mengumandangkan adzan di telingamu.
Ia yang menelan lelah agar kamu bisa jajan
atau membayar uang sekolah
ia yang memberimu apa saja demi keinginanmu
Dulu ia gagah tegap dan memeluk pundakmu dengan hangat
dulu dia kuat menggendong dan bermain bersamamu namun kini tulang punggungnya bengkok demi kamu
matanya lamur setelah bertahun-tahun bertahan demi kamu
suaranya serak demi menasihati dan mengasihimu, telapak kakinya retak agar kamu mampu berdiri tegak.
Ia pahlawan sejatimu.
Ia yang kamu sebut Ayah.

Pahlawan itu di dekatmu.
Dulu ia menahan kesal senakal apa pun kamu
Ia yang mengenalkanmu huruf-huruf dan angka-angka yang pelan-pelan mengusap rambutmu bila jawabanmu keliru
yang terus-menerus memompa semangatmu
yang tiada henti mengajarimu membaca hidup dan kehidupan
yang tabah menghadapi segala kelemahan dan kekuranganmu
yang meledekmu agar kamubangkit
yang tak kenal lelah menunjukkan dunia kepadamu.
Ia pahlawan sejatimu.
Ia yang kamu sebut Guru.

Pahlawan itu di dekatmu.
Hidup sebagai kakak atau adikmu.
Hidup paman atau bibimu.
Hidup sebagai kakek atau nenekmu.
Hidup sebagai teman atau tetanggamu.
Hidup sebagai kawan atau lawanmu.
Hidup sebagai sehati atau seterumu.
Yang mencintai atau membencimu, yang menyayangi atau memusuhimu, yang
menemani atau menjauhimu, yang menguatkan ataumelemahkanmu.
Karena mereka kamu ada.

Adakah kamu lupa bahwa merekalah pahlawanmu?
Adakah kamu lupa bahwa merekalah sumbu doa yang menjaga agar harapanmu tetap menyala-nyala?
Adakah kamu lupa bahwa kamu bukan siapa-siapa dan takkan jadi apa-apa tanpa kehadiran mereka?


PERCAYALAH

Ada begitu banyak perhatian
pada diam yang aku berikan
Pada setiap cuek yang aku tunjukkan
Pada setiap kata yang aku sampaikan
Pada sikap yang anggapmu begitu dingin
dan pada bodoh yang sengaja aku perlihatkan

Namun percayalah...
Selalu ada RASA yang aku simpan
dan masih aku rahasiakan

By@Py

Kita berbeda kawan

Kalian sibuk bercermin dengan layar gadget
Sedang aku sibuk bercermin dengan layar komputer
Jemariku sibuk mengetik di papan keyboard
Sedang jemarimu sibuk scrol di layar kaca hp

Mereka sibuk mengabadikan momen
Sedang aku sibuk menikmati momen
Mereka mencari kesenangan
Sedang aku mencari ketenangan

Harimu dipenuhi aura positif thinking
Sedang hariku dipenuhi overthingking
Hidupmu penuh canda tawa
Sedang hidupku masih tanda tanya

Kalian punya waktu bebas mengejar impian
Sedang aku kehabisan waktu mengejar deadline
Kalian memikirkan masa depan yang akan datang
Sedang aku memikirkan masa lalu yang belum usai

Mereka bahagia dengan masa muda
Sedang aku lelah merencanakan masa tua
Mereka hidup dari keluarga previlage
Sedang aku mati-matian mencari peruntungan

Kita itu berbeda kawan…

By@Py

Manusia-manusia Ceroboh

Manusia kadang ceroboh, mematahkan banyak hati hanya untuk seseorang yang tak berhati.

Manusia kadang  ceroboh, menghangatkan sikap hanya untuk seseorang yang berjiwa dingin.

Manusia kadang ceroboh, melemah-lembutkan ucapan hanya untuk seseorang yang tak berperikemanusiaan.

Manusia kadang ceroboh, sudah jauh mencintai tapi baru sadar kalau ia tidak dihargai.

Percayalah, kamu berharga dan kamu akan mendapatkan yang tulus mencintai dan tulus menghargai.

Tanya tak terucap

Algoritma senja selalu
Menuntunku pada sunyi dan rindu
Dibalik ragu yang menderu
Ada sendu membisik kalbu

Semenjak kepergianmu
Dari ruang anganku
Ada tanya tak terucap
Tanpa jawab

Apa dan mengapa,
Tiada alasan tentang rasa
Hanya hati ini masih setia
Menggenggam sebait cerita

Perihal senyum sapa sederhana
Kala jingga menorehkan warna
Kala bulan memancarkan cahayanya
Bisakah kisah itu kembali tercipta

???

Saatnya Merindu

Sunyiku telah kembali kepertapaan
menyendiri dalam keterasingan
dalam sejuk hening kedamaian
Kini, aku telah kembali nyaman
Nyaman dalam arti lain…

Tak ada lagi yang membangunkan
Dalam tidur penuh penat
Tak ada lagi yang mesti dipusingkan
Dalam menyambut hari
Tak ada lagi suara ocehan perempuan
Ketika tidur kesiangan
Tak ada lagi bising anak-anak sekolahan
Yang dapat mengganggumu
Dan yang ada hanyalah Kenangan akan semua itu

Dan ketika malam hadir
Sudah tak ada lagi kesibukan di luar
Tak ada waktu istirahat
Sebab masjid juga sudah mulai berkumandang
Sebagian sibuk memasak
Dan sebagian lagi berlomba masuk ke kamar mandi
Rinduku akan semua itu…

Rindu makan bersama diselingi canda tawa
Rindu berkumpul dan begadang sampai subuh
Rindu berkeliaran dan pulang larut malam
Dan kini semua tinggal cerita

Banyak cerita telah lewat
Banyak cinta telah tercipta
Banyak canda telah menghias
Dan banyak tangis telah menetes

Tiada hari tanpa canda tawa
Tiada hari tanpa kekonyolan
Tiada hari tanpa hiburan
Serta tiada momen yang tak berkesan
Disana…

By: @py

PERTEMUAN

Pada hangat mentari
aku titipkan rasa
kala pertama kita berjumpa
dalam rintik embun dan sunyi

Pada harum pasir pantai
aku titipkan kisah
jejak-jejak langkah tiada sudah
meniti asa tanpa lelah

Inginku dan inginmu menyatu
bersama syukur tak terucap
menyertai pertemuan penuh harap
merekahkan doa-doa rindu

Tentang senyum Selembut kasih
yang telah memberiku sebuah arti
pertemuan pagi dan gembira hati
adalah sabda nan setia ketika jiwa ini terasa gundah dan letih

280222

Sepenggal Cerita

𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚒𝚝𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚕𝚎𝚕𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗
𝚋𝚎𝚛𝚒𝚜𝚝𝚒𝚛𝚊𝚑𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚒𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝-𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗
𝚜𝚎𝚋𝚊𝚋 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚕𝚊𝚔𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚍𝚊 𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚓𝚊𝚛 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚕𝚎𝚕𝚊𝚑
𝚝𝚊𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚞 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚞𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚠𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚜𝚊𝚓𝚊
𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒-𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚕𝚞𝚙𝚊
𝚕𝚞𝚙𝚊, 𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚝𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚐𝚒𝚕
𝚗𝚊𝚖𝚞𝚗 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚐𝚞𝚋𝚛𝚒𝚜
𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚔𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚐𝚞𝚖𝚊𝚖
𝚖𝚊𝚊𝚏𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚝, 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚕𝚊𝚐𝚒…
𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚕𝚎𝚜𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗
𝚜𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚖𝚊𝚗𝚓𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚓𝚊𝚗𝚓𝚒… 𝚝𝚘𝚕𝚘𝚗𝚐 𝚢𝚊
(𝚞𝚌𝚊𝚙𝚔𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚘𝚑𝚘𝚗 𝚙𝚊𝚍𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚘𝚗𝚝𝚊-𝚛𝚘𝚗𝚝𝚊)
𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚎𝚖𝚞𝚊 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚏𝚒𝚝𝚊𝚜
𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚞𝚑
𝚔𝚒𝚗𝚒 𝚐𝚒𝚕𝚒𝚛𝚊𝚗𝚖𝚞 (𝚙𝚎𝚛𝚞𝚝)

_by:@py_

Candamu Canduku

sungguh beruntung orang yang mengenalmu
kenal sosokmu, apalagi berteman akrab denganmu
tiada hari tanpa tawa, tiada tawa tanpa kamu
melihat rupamu saja
sudah memancarkan aura komedi
disaat kau membahas sesuatu
mau serius atau tidak
kesannya pengen tertawa dan tertawa
mungkin memang kodratmu
bisa buat setiap orang bahagia dengan caramu
apapun bunyi,suara,kata atau kalimat yang keluar dimulutmu
endingnya dipastikan akan jadi bahan tertawaan
Teman-teman yang mendengar guyonan khas darimu

namun…
lain halnya dengan aku
engkau dengan kelebihanmu melucu
sedang aku dengan kekurangannya melulu
entah kenapa kalian-kalian bisa berkawan denganku
yang kaku, polos, membosankan, jutek, dan bodoh mencari topik
entah apa lagi
aku lebih banyak diam, sebab
diam adalah jalan ninjaku
dan tawaku hanyalah suara palsu
sekedar agar tidak merusak suasana
makanya aku lihai jadi pendengar
ketimbang jadi pembicara
suatu bakat yang tak berguna
hampir.

orang mengenalku introvert
penyendiri, misterius dan tak jarang dianggap sombong
walau itu tuduhan yang bagiku hanya salah kaprah
makanya aku masih percaya
belum ada sepenuhnya teman yang mengerti saya

“𝚊𝚗𝚍𝚊 𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝚝𝚊𝚑𝚞 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚝𝚎𝚗𝚝𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚝𝚊𝚑𝚞𝚒 𝚜𝚊𝚢𝚊”

untungnya Tuhan maha adil
dibalik kekurangan pasti terdapat kelebihan
yang bahkan tak semua orang bisa miliki tapi kau miliki, entah kau tau atau tidak, sadar atau tidak
kau itu berguna bahkan lebih dari kata berguna
engkau punya sisi istimewa tersendiri
makanya jangan sesekali minder apalagi iri
dirimu bukan beban
itu hanya persepsimu saja
tak payah kau ubah dirimu jadi seperti orang lain
biarlah pada jati dirimu sebenarnya
sebab…

“𝚊𝚗𝚍𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊𝚒 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚊𝚗𝚍𝚊 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚛𝚒”

jadilah diri sendiri singkirkan rasa malu
buanglah ego dan tepis omongan orang yang mengada-ada
yang tau dirimu hanya kamu
biarkan dirimu berkembang
punya karakter tersendiri dan percaya pada diri sendiri
karena hanya itu cara balas dendam terbaik ke mereka
yang suka menghardikmu, mencacimu, mengataimu, dan menusukmu dari belakang

𝚜𝚘… 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚒𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚛𝚒𝚖𝚞 𝚋𝚞𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚑𝚊𝚐𝚒𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚊𝚠𝚊 𝚕𝚎𝚙𝚊𝚜

_by: @Py_

terakhir… teruntuk semua kawan-kawanku tanpa terkecuali saya ucapkan Terima kasih karena telah memberi warna pada duniaku selama ini.

“𝚊𝚔𝚞 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗”

Panggung Sandiwara

tak jarang dalam diri pribadi seringkali tenggelam menjalani atau meratapi alur kehidupan  yang “semrawut” ini, mengapa saya katakan semrawut sebab terkadang dalam diri ini merasa kepikiran bahwa apa-apa yang telah saya jalani selama ini hampir atau mungkin tidak ada yang berarti, yang benar-benar dapat merubah atau menciptakan gairah hidup yang baik bagi diriku
memang jika berkata jujur saya merasa sudah ada dan pasti ada yang berubah dalam diri ini baik itu bentuk fisik tentu saja dan kebiasaan-kebiasaan yang sedikit mengalami perubahan mengikuti usia yang lebih, dalam tanda kutip “dewasa”.
tentu semakin tua umur atau dewasa seseorang ya… walupun umur tak menjamin kedewasaan (berpikir) pastinya akan ada hal-hal yang dulunya dianggap sepele atau biasa saja justru bisa menjadi penentu akan seperti apa kita kedepannya?dan bagaimana kita kedepannya? istilah kerennya “butterfly effect”.
alur-alur menuju tahap kedewasaan memang bagi sebagian orang menjadi momok menakutkan apalagi jika kondisi anda dari awal memang sudah jadi tanda tanya, dalam artian sulit menebak dunia akan mengarahkan saya kemana membawa kita makin jatuh ke alam halusinasi (khayal)
  dunia sudah diset sedemikian rupa dan membentuk kita jadi sosok yang seperti yang kita tahu sekarang, lewat banyaknya sandiwara-sandiwara yang diilustrasikan Tuhan pada segala makhluk hidup digalaksi ini dan tidak ada yang berani melawan sebab tidak adanya kesempatan buat memilih, jangankan kesempatan pilihan sajapun tidak ada
   Kembali mengenai judul diatas bahwa dunia hanya sebatas panggung sandiwara tidak lebih dan tidak kurang dan menjadikan kita semua hidup dalam kepura-puraan melihat pertunjukan duniawi yang sangat kompleks terjadi disekitar kita terus menerus sampai habis masanya
   dan memang seperti inilah cara kerja dunia, tanpa ada pertunjukan lakon maka tidak akan ada kejadian yang bisa diceritakan pada setiap jejak-jejak peradaban-peradaban homo sapiens selanjutnya
   meskipun abad ini dunia sudah masuk diera modern, era dimana teknologi AI semakin masif digunakan tetap saja akan sulit menjabarkan itu semua dan bukannya akan semakin dekat akan kebenaran.. malah kita digiring semakin menjauhi akan semua realitas kebenaran itu. sebab manusia dimasa depan hanya akan dimanjakan oleh robot AI sehingga manusia lalai dibuatnya dan lupa akan pencarian rahasia Tuhan sebelumnya
siapa yang tega melakukan ini semua?
apakah semua ini hanya klise?
mampukah kita sepenuhnya merdeka? (keluar dari dikotomi Tuhan) apakah ini yang dinamakan dunia paralel?(seperti di film-film fiksi Metaverse) atau mungkin ini hanya ilusi?
sayangnya homo sapiens hanya diberi dua pilihan sementara akan jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang hanya sebagian saya rangkum ini yaitu.. menunggu waktu menduga-duga jawabannya,
atau pasrah dan berkata “hanya yang diatas yang tahu jawabannya“.

by:@py

Tahun Baru?

Tahun-tahun itu hanya sebuah angka
Tak lebih spesial dari hari kemarin atau esoknya
Lebih penting lihatlah dirimu apakah sudah berubah
Tak akan ada yang istimewa dengan tahun baru
Itu hanya jalan masa yang selalu berulang setiap waktu Sebagaimana berjalannya detik menjadi menit, lalu terhitung jam, diakumulasi dalam hitungan hari, berbaris dengan istilah bulan, hingga rekapan bulan itu habis dan berganti tahun.
Begitu seterusnya sampai dunia selesai dan waktu akan membawamu ke negeri abadi.
ini bukan soal kumpul pamer story makan2 bersama teman ataupun momen pesta kembang api, tapi ingat sudahkah kita lebih baik dari kalender lalu ke kalender berikutnya?
dan selain usia apa kira2 yang sudah bertambah dari diri kita di 2021 ini?
ada?

#selamattahunbaru2022

Sikap Toleran

Saya ucapkan “SELAMAT HARI NATAL BAGI UMAT NASHRANI YANG MERAYAKANNYA”. Ucapan selamat saya ini bukan formalitas tapi didalamnya punya makna wujud toleransi beragama dan saling menghargai, meski demikian, saya tak merayakannya dan tidak pula mengimani apa yang saudara imani. Sama hal yang dikatakan di Al-quran bagiku agamaku, bagimu agamamu. telah terang bahwa keyakinan kita berbeda. Tuhan itu Kasih……. Tuhan itu Kasih…..

Toleransi itu perlu dalam kondisi kemajemukan beragama, atau berada dilingkungan orang2 yang lain agama, seperti mereka2 yang bekerja diluar negeri diantara keluarga2 yang lain agama. Bagaimana jika tak ada toleransi???….. lalu mereka dilarang utk “sholat” misalnya???….. tentu perlu adanya saling toleransi, antar umat beragama dalam menjalankan keyakinannya masing2….. Toleransi itu tak berarti engkau “mendukung”, tak berarti pula engkau “mengimani”, tetapi karena sebatas wujud saling menghormati saja, dan menjaga kedamaian masing2.

Bertoleransilah, namun tetap tegas dan terang dalam aqidah, tak ikut merayakan namun sekedar memberi ucapan selamat sebagai wujud saling menghormati. Jika toleransi ini tak dijaga, maka yg timbul bisa “tidak suka” atau “balas dendam”, sdg diantara orang islam itu banyak yg berada dalam lingkungan keluarga2 non-muslim, spt para TKW diluar negeri. Kalau timbul “balas dendam”, wujudnya nanti adalah larangan sholat, atau larangan berjilbab bagi mereka, sdg mrk dalam keadaan lemah dan tak berdaya.


“Bertoleransilah, namun tetap tegas dan terang dalam aqidah, tak ikut merayakan namun sekedar memberi ucapan selamat sebagai wujud saling menghormati”.

Serpihan Memori

Pesan lima huruf yang kuterbankan dengan angin padamu
ternyata tidak hadir pada yang kutuju
sebab hujan telah lebih dulu mengetuk jendela kacamu
Air yang terpeleset dari genteng perlahan mulai melambat
suara bisik rintiknyapun mulai samar
meski langit masih menangis kecil
langkah kaki ini tak mau diajak kompromi
selalunya ingin bergerak menuntaskan niatnya
ah.. bilang aja tuannya yang mau hehe
meski jarak kerumahnya terbilang jauh
bagi pecinta itu hanya selangkah

sesampainya aku dirumahnya
seperti biasa aku disambut senyum tipis khas olehnya
dengan sebelah lesung pipi yang nampak samar dipipi kirinya
sambil memegangi payung hitam kecil
dia nampak sibuk mencari pasangan sandalnya yang diam-diam bersembunyi entah dimana
dan memintaku untuk menunggu sebentar
ah.. kebiasaan perempuan, (timpalku)

akhirnya kamipun beranjak
dengan diawali suara bising vespa tuaku
yang jarang dirawat tapi masih kuat jika diajak sekedar makan angin

namun sayang beribu sayang
Hari-hari yang harusnya kami lalui batal
sebab langit kian menampakkan wajah murungnya
dengan keadaan terpaksa kamipun memutuskan kembali
melupakan rencana awal yang telah dibuat jauh-jauh hari
mimik kekecewaan nampak diwajah
sembari berjalan pulang

hening menyelimuti sepanjang perjalanan sangat berbeda disaat pergi namun, tanpa aba-aba bibirnya bergeming
mengucap sepatah kata dengan nada jengkel
“harusnya ini tak terjadi… bagaimana kalau kita ngopi atau makan-makan dulu disana?” (sambil menunjuk kearah warung sederhana yang kebetulan dia langganan setia di warung itu) dan sontak aku langsung mengiyakannya.

tanpa basa basi dia memesan kopi hangat
dengan menunjukkan dua jari isyarat pada pemilik warung
sedikit sy heran sebab jarang-jarang ada cewek suka kopi hitam
tapi belakangan dia baru cerita bahwa ayahnya sering mrngajaknya ksini
yang awalnya hanya menikmati pisang goreng atau nasi bungkus
lama kelamaan dia jadi suka kopi hitam sama halnya kopi yang sering dipesan ayahnya
namun uniknya dia hanya suka kopi diwarung itu, ucapnya sambil tertawa

berhubung waktu kala itu sudah masuk jam makan siang
dan perut sudah mulai bergejolak entah dia bisa baca pikiran atau mendengar suara perutku
tina-tiba dia menawarkan makan nasi kuning mau?… (katanya sambil menyakinkan saya bahwa nasi kuning disini sangat enak)
lalu dengan tegas saya berkata “tidak!!!”
lantas dia heran berkata “kenapa?’
langsung saya berkata ” kecuali saya yang bayar”
sejenak dia terdiam lalu kembali tertawa
“haha kirain apa an… hedeeh”
“ok, kau bagian bayar nasinya, biar aku yang bayar minuman sama pisang gorengnya setuju?” sambungnya
“kalau kau ngotot, okelah!!” ucapku
lama kami diwarung itu
berbincang apa saja sembari menunggu hujan reda

"sayangnya hanya sampai disini serpihan memory (cerita) yang sanggup saya kumpulkan..." hehe
Lanjutkan membaca Serpihan Memori

Meramu Rayu pada yang Ayu

Syl

kedipan demi kedipan yang kau tebar
dibalik ilalang yang menari-nari
membuat jiwa dan ragaku terkunci,
mematung dalam palung pengharapan
dia  :  (hidiih bucin…)
me  :  (mending bucin daripada bencon hhh)

ketika akal mulai sedikit sadar merangkai bayangmu
entah mengapa intuisi ku berbisik
menggelitik khayal pada hal-hal tabu
she  :  (apa tuh…?)
me  :  (ups… rahasia!!)
she  :  (hmm…)
_”sejak saat itu aku tak berani menatap binar mata perempuan… lagi”

dan pada saat sedihmu mulai manja
peran badutku seketika itu kucoba
tanpa lagi menimbang kinerja logika
yang penting bibirmu terus nampak senyum dan tertawa, …..bahagia
she  :  (dikirain aku orang gila klaw gitu terus..hhh)
me   :  (emang benar kau gila.., tergila-gila padaku wkwkw)
she  :  (kamu paling jago buatku gila… wkwkw)
_”seketika dia beneran jadi gila” hhhh

by@py

Tahajud Cinta

jiwa ini sudah terlampau kacau
ditambah beban dikepala yang kian dijejali pikiran duniawi
tak ada waktu mengingatmu sampai lupa kapan terakhir kali walau sekedar mengingatMu sahaja
nama besarmu nampak kecil sebab disamarkan kebutaanku

wahai sang pemberi nikmat
nikmat duniawi yang Engkau beri terlalu nikmat
sampai-sampai aku terlena dibuatnya

wahai sang pemberi harapan
masih terdapatkah secercah harapan
buat manusia hina sepertiku ini tuk berubah?

wahai sang pemberi ampun
ampunilah jiwa yang sudah terlanjur penuh dosa ini
sebab hanya engkaulah dan satu-satunya aku meminta

dan jikalau belum cukup
ingin kutulis tentangmu ribuan kali, jutaan bahkan lebih lalu kulafalkan namamu hingga semua berubah kecuali kegilaanku padamu…
Al-Haq

by@py

Gelar (MAHA) tinggal kenangan

Mahasiswa masa kini
Menjadikan forum-forum diskusi
Sebagai ajang pamer intelegensi
Menjatuhkan yang lain demi meninggikan gengsi

Hobinya mengkritisi
Tapi tak ada kontribusi
Berlagak seperti politisi
Tapi ciut jika dihadapan birokrasi
Banyak menjadi mahasiswa wifi
Yang diam dan bungkam dijejali koneksi

Belajar jujur dikata individualis
Tak memberi contekkan katanya tak etis
Open brain tanpa open internet dibilang tak realistis
Miris..

Mahasiswa terlalu terambung IPK
Huruf dan Angka yang masih dianggap simbol bahwa ia bisa
Tak peduli hasil dari mana
Asal bisa mendapat A

Tak peduli rakyatnya lapar
Harga kebutuhan dikendalikan pasar
Teriakan mahasiswa tiada terdengar
Mereka diruangan berAC ‘katanya’ sedang belajar

Mahasiswa kekinian
Titip absen dianggap simbol setia kawan
Tak ada motivasi belajar membenahi tatanan
Kuliah asal cukup kehadiran
Masa bodo rakyat menderita asal mereka duduk nyaman

Mahasiswa!
Agen perubahan katanya
Akbarkan sumpah mahasiswa beserta makna
Jangan hanya mengejar IPK
Rakyat tak butuh angka
Mereka perlu aksi nyata

KONTEMPLASI DEPRESI

Pikiranku masih menerka jejak
Penyesalan hadir begitu marak
Ruang yang semakin berjarak
Berpadu dengan hati yang retak
Bersatu untuk berontak

Karena diri merasa terjebak
Akal sehatku lalu menolak
Mencoba hindari segala gejolak
Apa daya, Aku tak kuasa bergerak.

Kurindukan renjana yang semerbak.
Namun tak pernah hadir dengan layak.
Nafas terasa sesak, emosi makin menanjak
Tolong jangan pernah biarkan nafsu ini meledak (lagi…)

Kini ku memilih dekatkan jarak
Kepada yang tahu kemana harus berpihak
Untuk memulihkan jiwa yang luluh lantak
Semoga dendam tak tersisa kelak

Dilema yang tak berkesudahan

Akankah kita menemukan seseorang yang menemani dengan tulus dan segenap cintanya?
akankah kita bisa mendapatkan orang yang benar-benar real serius menjalin asmara?
Sedangkan kita berada dalam dilema yang tak berkesudahan ..?
Menjaga kepercayaan terhadap orang lain menjadi sesuatu yang sangat mahal dan sulit didapat.Memilih untuk membangun atau menolak seseorang yang datang menjadi beban pilihan yang sangat berat, semacam gerak pasif yang melahirkan dualisme pilihan yang dilematis.


Defenisi cinta yang selama ini di pegang telah kehilangan nilai substansi, pada akhirnya defenisi cinta hanyalah sekumpulan kebohongan dengan bahasa dan sastra yang rapi sehingga setiap orang memiliki prespektif masing2 dlam memandang cinta hingga menjelaskannya pun hanya butuh kepandaian bersilat lidah, sebab ketika org yang sedang di mabuk cinta akan mengatakan bhwa cinta itu indah namun bagi yg sedang merasa sedih krna cinta ia akan katakan bahwa cinta itu menyakitkan.

Kita sudah terlanjur kenyang akan semua yang menyangkut perihal cinta itu sampai-sampai kita lalai dan lupa bahwa bukan hanya itu yang perlu diperdebatkan, misal dalam hal pengimplementasian cinta seperti hubungan pernikahan, hubungan keluarga bahkan yang menyangkut hubungan tentang seks kini kehilangan fondasi dalam pemaknaannya sehingga jangan heran ketika ingin menjalin hubungan serius terkadang muncul dilema-dilema.

so… dilema muncul sebab kita terlalu berfokus pada satu titik dan lupa akan titik-titik lain yang mungkin atau justru jadi hal sangat penting dan itu kita kesampingkan. lantas apa yang perlu aku lakukan? ubah cara pandangmu melihat sesuatu dan coba cari atau perhatikan juga sudut pandang yang lain siapa tau itu bisa menjawab atau setidaknya menenangkan dilema yang kini anda hadapi

Memilih bersama hanya melahirkan ketakutan, memilih sendiri hanya membawa pada ruang kesepian, memilih untuk tidak memilih hanya melahirkan aliansi dan kehilangan substansi kemanusiaan

_

011121
by @py

Sumpah Pemuda or SAMPAH pemuda

setiap tanggal 28 oktober itu diperingati hari sumpah pemuda yg pada mulanya hasil rumusan dari Kongres Pemuda II indonesia, jika melihat sejarahnya betapa gigihnya perjuangan para pemuda kala itu demi kemerdekaan bangsa indonesia, betapa besarnya kontribusi para pemuda saat itu demi kemerdekaan kita apalagi jika kita tau bahwasanya rata-rata dari 82 pemuda yg jadi peserta dalam Kongres, ya… walaupun faktanya ada 500an yang hadir kala itu umurnya rata-rata 17,18 dan yang paling tua yaitu mohammad Yamin yaitu 24 tahunan.

tentu jika kita samakan dengan pemuda sekarang diumur segitu akan miris melihatnya, mungkin malu para pemuda dahulu melihat kita sekarang
kita seringkali mendengar kasus para pemuda entah dberita online, TV atau dilingkungan kita yang terjebak dalam hal-hal negatif, entah ikut tawuran, terjerumus pemakaian obat-obatan narkoba, sampai pergaulan bebas pun tak terhindarkan, ini yang menjadi keprihatinan bukan hanya negara tapi juga bagi para generasi muda-mudi sekarang, yang berbanding terbalik dengan pemuda dahulu dan Hanya segelintir pemuda yang mampu dan menuai beberapa prestasi, bahkan tidak sampai setengahnya.
Rusaknya moral bagi sebagian pemuda kita yang justru malah dapat melemahkan kekuatan pemuda untuk membangun bangsa. Belum lagi kesadaran para pemuda yang kurang jadi bahan kritikan kita semua

sejatinya pemuda-pemuda itu adalah sebagai ujung tombak dalam berdirinya suatu bangsa, sebab dia yang nantinya akan mengambil alih negara ini sebagai pelanjut generasi sebelumnya
tentu sulit membayangkan jika kondisi para pemuda sekarang yang nantinya akan melanjutkan membangun bangsa ini jika bercermin dengan apa yang kita lihat sekarang.

bukan aku berfikir skeptis pada pemuda kedepannya namun jika terus-terusan akan seperti ini sampai kapan akan berubah dan berbenah justru yang terjadi sekarang malah pemuda kita yang melawan bangsanya sendiri.
betul yang dikatakan Ir.Sorkarno kala itu “Perjuanganmu akan lebih sulit sebab akan melawan bangsamu sendiri”

kita sebagai generasi penerus bangsa ini mau tidak mau harus cepat-cepat menyadari akan hal itu, secara fungsional dari negara jelas peranan pemuda ini terhadap bangsa. Namun realitanya pemuda saat ini justru lebih mementingkan kepentingan diri sendiri, cuek, tanpa mau membuka mata melihat lingkungan sekitar.

tentu saya sangat sadari tulisan saya ini juga bentuk kritikan bukan hanya pada semua pemuda namun itu juga pada diri saya pribadi yang masih terlalu banyak kurangnya
dan saya juga bukan ada maksud menghina salah satu pihak kemudian menjujung pihak lain tetapi semoga ini jadi bahan pembelajaran kita semua dalam menyikapi persoalan negara kita ini terkhusus bagi para pemuda-pemuda milenial

terakhir…, akankah kita mewujudkan janji Sumpah pemuda? atau akan jadi SAMPAH Pemuda

DENDAM

Ketika bosanku merasa bosan
diam…. tetiba hati tak karuang
muak, marah entah pada siapa dan karena apa
ada apa pada diriku ini
ego yang kau agungkan
emosi tak tertahan oleh tekanan
menyulut bom waktu dalam diri
yang bisa saja meledak kapan saja
oh Tuhan…
inikah yang dinamakan dunia
sampai-sampai setega itu padaku
apa salahku, apa dosaku
sehingga dia seenaknya memperlakukanku seperti ini
(dalam diri berucap)
jangan…
jangan kau lakukan itu lagi
jangan kau pelihara dendam ini lagi
tubuhmu sudah tak kuat menahannya
bangunlah…
dendam itu bahaya
bahaya terpendam
seperti api kecil dalam sekam
mudah menyala sulit padam

Sadarlah… kau dalam bahaya

by @py

Perihal Perempuan

Berbicara perempuan, maka kita akan dihadapkan pada sosok terlembut sekaligus terkuat yang pernah Tuhan ciptakan. Karakternya memang lebih perasa, namun bukan berarti tak memiliki logika. Seringkali pasrah, tetapi tidak untuk kalah. Perempuan adalah pejuang paling teguh, sosok penyayang tiada dua. Seringnya terlihat rapuh, nyatanya tangguh tak terduga. Terdiri dari kumpulan rasa berbalut kekuatan, perempuan diciptakan memang bukan untuk jadi tulang punggung, lebih dari itu dia diciptakan untuk menegakkannya.
bagaikan perhiasan
Akan Indah bila di pekai oleh insan
Semakin mengkilap bila diusap kasih sayang
Dan redup oleh perilaku binatang

“Laki-laki yang tidak memaafkan wanita untuk kesalahan kecilnya, tak akan dapat menikmati kebaikan – kebaikannya yang besar”

_Khalil Gibran

221021
by @py

Muslimah Sejati

Hijab yang tertutup,,
menutupi seluruh tubuhnya,,
Berjalan dengan tertunduk,,
Bagaikan wanita yang menjaga martabatnya.

Kitab, selalu menjadi bawaannya setiap saat,,
Wanita cerdas,,
Yang mampu memilih keputusan,,
Dengan baik di sertai senyum,,

Bersahaja dan Indah…
Kata yang pantas untuknya…
Bukti kebaikan pribadinya…
Wanita yang baik akhlaknya…

Kelembutan yang membuatnya mempunyai banyak teman,
Hijab yang membuatnya merasa aman,
*Dialah Muslimah Sejati*..

Mengungkap sisi lain Komunis diindonesia


dari tahun ke tahun membahas isu mengenai Komunis rasanya tak ada habisnya apalagi jika  dibulan Desember yang dimana banyak tercatat tragedi (black September) dan salah satunya yaitu peristiwa penghianatan G30SPKI atau gerakan 30 September 1965.  ya…berbicara komunis memang rasa-rasanya sulit dipisahkan dengan PKI (partai Komunis Indonesia) yang satu-satunya partai diindonesia yang berhaluan Komunis serta partai Komunis ketiga terbesar didunia setelah unisoviet dan Tiongkok

sampai saat ini paradigma dan keyakinanyang tertanam di sebagian besar masyarakat Indonesia mengenai Komunis itu selalu berkonotasi buruk (sense of believe) turun temurun bahwa komunisme itu atheis, bejat, tak bermoral, perusak ideologi pancasila apalagi jika mengingat peristiwa madiun tahun 1948 dan tentunya gerakan 30 september 1965.

bukan bermaksud membela, namun ada baiknya presepsi atau prmahaman kita terhadap Komunis ini perlu diluruskan agar tidak terjebak dalam (logical fallacy).  pada dasarnya Komunis itu dasar dari ideologi PKI yang artinya jika berbicara PKI tentu sudah pasti Komunis tetapi tidak semua Komunis itu adalah PKI,  seperti Tan Malaka ya… walaupun pernah bergabung dengan PKI namun ia keluar

komunisme diindonesia itu boleh dikata unik dan selalu menarik dibahas sebab Indonesia adalah negara mayoritas islam dan jika disandingkan dengan Komunis perbedaannya itu sangat kontras apalagi Komunis sudah terlanjur dicap atheis (tak percaya Tuhan) sehingga banyak yang mengira memang Komunis tidak bisa bersanding dengan (Agama)

namun kali ini saya ingin membuka sisi lain dari Komunis, sisi yang seringkali terlupakan bahkan bagi sebagian orang mungkin enggan tuk membahas ini yaitu tentang kesamaan sudut pandang agama dan komunis, What…!! ya, sisi yang kontras dari wajah Komunis yang dikenal berpemahanan atheis dan kejam disamakan dengan agama yang tentunya menjunjung tinggi kepercayaan (BerTuhan), ini bagai dua kutub berlawanan yang tak mungkin bisa disatukan

mengapa sisi ini perlu diungkap? sebenarnya sudah ada beberapa literatur atau dalam media yang membahas sisi ini namun masih sangat sedikit jumlahnya sehingga informasi yang didapat sedikit dan masih perlu dikembangkan lagi kedepan. bukan tak mungkin bahwa masih terdapat sisi-sisi yang belum terekspos sampai saat ini.  saya mengamati persepsi di kalangan masyarakat mengenai label Komunis dengan agama sudah jadi rahasia umum, untuk itu seperti yang diawal saya katakan perlunya meluruskan kembali terhadap sikap antipati kita tanpa didasari dengan sikap ilmiah pada fakta sejarah ini. kebanyakan yang saya temui tidak lebih semata hanyalah doktrin yang diwarisi oleh kakek nenek kita apalagi ditambah media yang selalu membahas sisi buruk dari Komunis sehingga tidak adanya (balance) dikeduanya.

bukan bermaksud membela atau menyangkal kekejian PKI diindonesia namun asal kalian tahu kekejian angkatan Darat pada saat penumpasan PKI itu juga tak kalah mengerikan, menurut berbagai sumber ada ratusan ribu orang-orang PKI yang tewas dibunuh oleh Angkatan Darat yang dipimpim letnan kolonel soeharto dan parahnya bahkan masyarakat umum yang jelas bukan anggota PKI juga ikut dibunuh dengan alasan pernah menerima bantuan sama PKI.  Padahal yang melakukan aksi keji hanya segelintir anggota PKI

kembali ke pembahasan agama dan komunis.
Ada beberapa peristiwa dan fakta sejarah yang memperlihatkan, bagaimana antara agama dan komunisme itu bisa saling bergandengan tangan untuk menghalau penindasan contohnya di Sumatera Barat ada Haji Datuk Batuah adalah tokoh yang membawa dan menyebarkan paham komunis diaerah tersebut. Pada tahun 1923 ia menanamkan ajaran komunis di kalangan pelajar-pelajar dan guru-guru muda Sumatera Thawalib Padang Panjang. Sumatera Thawalib adalah suatu lembaga pendidikan yang dimiliki oleh kalangan pembaharu Islam di Sumatera Barat, dimana haji Batuah merupakan salah seorang pengajarnya.

Berawal dari Sumatera Thawalib Padang Panjang, paham komunis akhirnya menyebar ke berbagai daerah Sumatera Barat dibawa oleh para lulusan sekolah tersebut ke daerah asalnya. Penyebaran ini terutama dilakukan di kalangan petani. Oleh masyarakat setempat ajaran komunis ini disebut _“ilmu kominih”_ (Schrieke, 1960: 155). Ilmu ini menggabungkan ajaran Islam dengan ide anti penjajahan Belanda, anti imperialisme, anti kapitalisme, dan mengajarkan ajaran Marxis.

Pada akhir tahun 1923 Datuk Batuah, bersama-sama dengan Nazar Zaenuddin mendirikan pusat Komunikasi Islam di Padang panjang. Dalam waktu yang hampir bersamaan Datuk Batuah menerbitkan harian _”Pemandangan Islam”_ dan dan Nazar Zaenuddin menerbitkan _“Djago-Djago”_. Lembaga Pusat Komunikasi Islam dan kedua harian tersebut digunakan sebagai media penyiaran paham komunis.

Belum lagi dengan cerita tentang seorang Haji Misbah yang melakukan pemberontakan di Banten. Haji Misbah yang oleh karena berpaham komunis, lebih dikenal dengan sebutan “Haji Merah” ini, memadu padankan antara semangat revolusioner komunisme dengan Islam yang sama-sama anti terhadap penindasan dan penghisapan yang dilakukan manusia atas manusia lainnya _(exploitate del’ homme par homme)_.

Oleh karenanya dengan memahami dan membaca kembali literatur sejarah yang ada, dapat kita ungkapkan sisi berbeda yang jarang muncul dalam kajian umum.

*Komunisme Agamis*
Selain itu, ada juga komunisme agamis. heran bukan? Mengapa komunisme bisa menjadi agamis dalam waktu bersamaan? mari ubah pola pikir kita

Komunisme agamais merupakan bentuk komunisme yang berpusat pada prinsip-prinsip agama. Istilah ini biasanya merujuk pada sejumlah masyarakat agamais egaliter dan utopia yang menjalankan penyerahan hak milik secara sukarela sehingga keuntungan masyarakat tersebut disalurkan sesuai kebutuhan individu dan tiap-tiap orang bekerja sesuai kemampuan mereka masing-masing.

Istilah “komunisme agamais” juga digunakan untuk menjelaskan gagasan individu dan kelompok agamais yang menganjurkan penerapan kebijakan komunis pada skala yang lebih besar, sering kali bergabung dengan gerakan komunis sekuler dalam usaha mereka untuk menumpas kapitalisme. dan begitupun yang dianut oleh beberapa tokoh komunis Indonesia seperti tan Malaka dan DN.Aidit mereka itu punya keluarga yg berlatar belakang agamis

timbul opini saya bahwa Komunis diindonesia itu berbeda dengan Komunis dinegara lain yang mengenyampingkan agama namun diindonesia itu sebaliknya, Oleh karenanya, menurut Ali antara agama dan komunisme mestilah saling merangkul.

Buah pikir dari Ali telah dipikirkan jauh-jauh hari oleh Tan Malaka, sebagai salah seorang tokoh komunis Indonesia. Pada suatu pertemuan Komintern (Komunis Internasional) tahun 1922, Tan mengusulkan agar Komunisme dan Pan-Islamisme bersatu.

Sebab, menurutnya negara-negara Islam yang jatuh dalam cengkeraman imperialism dan kolonialisme barat tengah berjuang dalam melakukan perlawanan. Dan bukankah imperialisme dan kolonialisme barat merupakan musuh dari Komunisme juga? Dan tidakkah kita mesti mendukung Pan-Islamisme? Tanya Tan Malaka.

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan ungkapan yang sangat bernas sekali, _“Kami telah ditanya di pertemuan-pertemuan publik:_
_Apakah Anda Muslim – ya atau tidak? Apakah Anda percaya pada Tuhan – ya atau tidak? Bagaimana kita menjawabnya? Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim, karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia!”_mungkin hanya ini yang bisa saya tulis semisal ada pemahaman-pemahaman yang keliru dalam tulisan ini mohon dikritik dan sekali lagi tulisan saya ini bukan maksud ingin mengubah fakta sejarah namun saya mengajak kawan-kawan mengubah pola pikir kita dalam mendengar kata Komunis bahwasanya tak selamanya Komunis itu bertentangan dengan agama dan harusnya saling merangkul kata ali syariati.

mungkin hanya ini yang bisa saya tulis semisal ada pemahaman-pemahaman yang keliru dalam tulisan ini mohon dikritik dan sekali lagi tulisan saya ini bukan maksud ingin mengubah fakta sejarah namun saya mengajak kawan-kawan mengubah pola pikir kita dalam mendengar kata Komunis bahwasanya tak selamanya Komunis itu bertentangan dengan agama dan harusnya saling merangkul kata ali syariati.

by: @Py

sulitnya saling mendoakan

terkadang aku merasa terharu sekaligus miris setiap kali ada teman yang berbeda agama ketika bertemu atau chattingan selalu memulai percakapan dengan ucapan salam.
berbanding terbalik dengan teman-teman saya sesama muslim yang justru jarang saya temui pada saat setiap mengawali pembicaraan jarang sekali mengucapkan salam (tidak semua) dan yang lebih parahnya ketika salam diganti huruf sapaan “P/ping”…
  entah awal mula sapaan “P” itu  kapan digunakan namun masalahnya sesulit itukah mulutmu atau jarimu menyebut salam, ya…hitung-hitung itu adalah doa (saling mendoakan) yg tentu mendapatkan pahala jika dalam tradisi muslim.
   teruntuk pada saudara-saudaraku yang non muslim “Terima kasih, tetap junjung toleransi antar sesama umat”.  dan teruntuk saudara-saudaraku sesama muslim “mari kita jaga budaya salam ini dan jaga toleransi”
  terakhir tulisan saya ini tidak ada maksud menyinggung atau menyindir salah satu individu tetapi tulisan ini saya sengaja buat sebagai bahan pengingat atau muhasabah diri bagi semua utamanya bagi diri saya sendiri.

by @py

Takut Jadi Bucin

Sekian lama aku berlari mengagumi mimpi. Mencoba melawan ragu hati yang tak bebas mencintai. Kudapati sepi, kusimpan perih sendiri. Buah dari segala kerendahan diri.
Kuserahkan semua pada ilahi sebagai bentuk menyayangi nurani.  Alhasil asa didekap cinta terjaga hingga kini meskipun masih menjadi misteri.

Di tengah penantian akan sosok pengisi sanubari, tak jarang kutemui pribadi yang rela menyiksa batinnya demi menjaga jalinan tetap abadi. Manisnya cinta terlalu lugu disikapi, sehingga sejuta luka seakan tak berarti. Hati tak lantas pergi meski menyadari terjebak dalam tirani. Semua karena sikap berani untuk disakiti dilandasi rasa takut kehilangan yang tak bertepi, hingga akhirnya  jiwa larut dalam kendali.

Seketika kecemasan menghampiri,  mengingat fakta tak bisa diingkari.  Bagiku cinta tak mudah untuk dimiliki. Oleh karena itu ku coba mengukur diri sembari memohon  agar suatu saat nanti hal itu tak terjadi kala kutemukan cinta untuk pertama kali. Semoga kelak yang pertama menjadi yang sejati, bukan  cinta yang menyurutkan nyali.


by:@py

J𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐓𝐄𝐑𝐈𝐀𝐊 𝐌𝐄𝐑𝐃𝐄𝐊𝐀𝐌𝐀𝐋𝐔 𝐊𝐈𝐓𝐀 (Taufik Ismail)

Negeri ini masih dicekik ribuan triliun hutang berbunga haram
Jika negeri ini telah mampu melunasi hutang itu baru
Silahkan teriak merdeka !
Jika belum mampu, lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Banyak anak negeri yang hanya jadi babu di negeri orang nun jauh disana
Mereka, seringkali disiksa dan dianiaya oleh tuannya
Jika negeri ini belum mampu memulangkan mereka
Memberi pekerjaan layak dan mensejahterakan rakyatnya maka
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Negeri katulistiwa ini dihampari kekayaan alam yang luar biasa gemah limpah lohjinawi subur kekayaan alamnya
Namun dikelola oleh orang lain
Rakyat hampir tak menikmatinya
Jika kekayaan alam ini belum bisa dikuasai negara maka
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Kemiskinan dan pengangguran semakin meluas serta gelandangan merajalela
Terasa berat untuk bisa hidup layak
Bahkan harga-harga terus merangkak naik
Ditambah pajak yang kian mencekik rakyatnya
Jika masih meluas kemiskinan rakyatnya maka
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Anak negeri tengah terjerembab watak amoral dan dekadensi moral semakin terpuruk
Narkoba meraja lela
Seks bebas liar menyasar siapa saja tidak peduli wanita kaya miskin berpendikan dan buruh kasar semuanya terperosok didunia hitam
Pornoaksi dan pornografi makin menggila
Jika anak bangsa masih amoral dan biadap maka
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Demokrasi korporasi mencengkran negeri ini Keuangan yang maha kuasa korupsi menjadi budaya
Kolusi makin menganga kerugian uang rakyat tak terkira
Jika perilaku ini masih mewarnai bangsa
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Luas negeri ini dipenuhi potensi sumber daya
Namun garam masih impor
Namun singkong masih impor
Jika negeri ini belum mandiri
Memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Luas negara ini jutaan hektar
Namun lebih dari setengah dikuasai asing
Hingga rakyat tak lagi punya lahan luas
Berdesak-desakan di tanah yang sempit
Jika tanah negara belum mampu direbut kembali
Jangan teriak merdeka !!
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Malu kita
Tak berdaya
Tak Kuasa
Lumpuh di ketiak penjajah…
Malu Kita…Malu Kita…
(Taufik Ismail)

Negeri ini masih dicekik ribuan triliun hutang berbunga haram
Jika negeri ini telah mampu melunasi hutang itu
Silahkan teriak merdeka !
Jika belum mampu, lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Banyak anak negeri yang hanya jadi babu di negeri orang
Mereka, seringkali disiksa dan dianiaya
Jika negeri ini belum mampu memulangkan mereka
Memberi pekerjaan layak dan mensejahterakan
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Negeri katulistiwa ini dihampari kekayaan alam yang luar biasa
Namun dikelola oleh orang lain
Rakyat hampir tak menikmatinya
Jika kekayaan alam ini belum bisa dikuasai negara
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Kemiskinan dan pengangguran semakin meluas
Terasa berat untuk bisa hidup layak
Bahkan harga-harga terus merangkak naik
Ditambah pajak yang kian mencekik
Jika masih meluas kemiskinan
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Anak negeri tengah terjerembab watak amoral
Narkoba meraja lela
Seks bebas liar menyasar siapa saja
Pornoaksi dan pornografi makin menggila
Jika anak bangsa masih amoral
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Demokrasi korporasi mencengkran negeri ini Keuangan yang maha kuasa korupsi menjadi budaya
Kolusi makin menganga kerugian uang rakyat tak terkira
Jika perilaku ini masih mewarnai bangsa
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Luas negeri ini dipenuhi potensi sumber daya
Namun garam masih impor
Namun singkong masih impor
Jika negeri ini belum mandiri
Memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Luas negara ini jutaan hektar
Namun lebih dari setengah dikuasai asing
Hingga rakyat tak lagi punya lahan luas
Berdesak-desakan di tanah yang sempit
Jika tanah negara belum mampu direbut kembali
Jangan teriak merdeka !!
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

BASA-(BASI)

tiba-tiba teringat malam itu
selesai menghadiri suatu acara
entah acara apa…. sayapun sudah lupa
namun seingatku dihadiri cukup banyak mahasiswa saat itu

selepas acara, seperti biasa
aku selalu yang pertama memutuskan bergeser
dengan berbagai alasan yang kubuat kala itu
sebab sedikit malu tuk mengatakan yg sebenarnya
yaitu ngantuk
jujur aku belum terbiasa begadang masa itu
di semester-semester awal yang masih
cupu-cupunya, manja dan kurang pergaulan
bagiku masih wajar bagi seorang
maba yang “masih labil”… hhh
(kata salah seorang senior)
cukup lama kumelobi para senior kala itu
walau pd akhirnya sy diizinkan tuk pulang

dan pada saat bersamaan
kebetulan jg ada seorang perempuan
yg memutuskan pulang saat itu
sejenak aku memandang
(sambil mengenakan helm…)
nampaknya aku kenal perempuan itu
dan akupun tau dia tinggal dimana
entah dimana yang jelas sudah lupa

dengan jurus basa-basi
tanpa ragu kubertanya “kau mau pulang juga….?”
dia berkata “iya sendiri…!!”
(sambil melemparkan senyum) bertanda dia masih mengenalku

tanpa aba-aba sorot lampu motornya menyala
mengenai wajahku dan membuat mataku silau
spontan ku mengangkat tangan
untuk menghalau sorot cahaya itu
dan dengan bibir yang nampak masih tersenyum
diapun pergi tanpa permisi
entah sy yg kurang dengar
sebab ramainya suara orang disaat itu

sempat aku heran sambil melihat ponsel
jam sudah menunjukkan hampir jam 12.00 malam
waktu yg haram perempuan berkeliaran (sendirian)
(kata sebagian orang tua…)
tanpa ada maksud apa-apa
dalam benak inginku mengantarnya pulang
agar pikiran yang tidak-tidak itu tak terjadi
akupun bergegas mengejar
mumpun cahaya lampu belakang motornya masih nampak
….
awalnya dia kaget melihatku lagi
dan kini sambil menyebut namaku
memastikan bahwa itu benar-benar saya

sebelum dia bertanya heran
aku langsung berkata padanya bahwa
kebetulan kita satu arah jalan pulang
(walau sebenarnya ada arah jalan yang lebih cepat
untukku sampai kerumah…hehe)

Lagi-lagi jurus basa-basi membosankan ku keluarkan
setelah kutau dia tak merasa keberatan
dan terganggu, itu nampak dari raut wajahnya

banyak pertanyaan random yg tak nyambung saat itu kami ucap
sambil sesekali tertawa gila mengalahkan suara motor
demi menghilangkan rasa bosan dan sunyinya malam

dikala sepi jalan kanan kiri masih tertidur pulas
dikala sorot lampu jalan makin memperlihatkan eksistensinya
menghalau gelap walau di beberapa sudut kota
gelap masih berkuasa
tiba-tiba hal yang tak terduga
dan tak diharapkan terjadi…
motor yang dia tiba-tiba mati
dan ban belakang motornyapun juga kempes

memang diawal firasatku memang gk enak
raut wajah yang sebelumnya nampak ceria
kini terlihat murung buatku memelas…
namun beruntung saya bersamanya
tak kebayang jika dia jalan sendiri
menenteng motornya yg berat ditengah malam…

setelah sy cek ternyata motornya hanya kehabisan bensin
dan ban motornyapun hanya kempes sedikit
namun masih bisa dipakai untuk beberapa saat
hal yg pertama terpikir olehnya
yaitu dimana penjual bensin terdekat
sebenarnya aku bisa saja pergi membeli lalu
langsung membawa bensin itu
namun mana tega aku meninggalkannya sendiri
di tempat yg kebetulan saat itu gelap
hanya ada satu lampu jalan yang hidup
itupun berkedip-kedip
tak ada lalu lalang kendaraan
bahkan dikanan kiri hanya ada tebing
yang tentu saja tak ada rumah penduduk disitu

lalu saya berkata “bagaimana kalau saya
mendorong motormu itu….”
“caranya….?”, tanya perempuan itu
” ya… pakai kakiku, aku mendorongnya sambil diatas motor, jadi kita bisa Sama-sama pergi mencari bensin tanpa harus ada yang ditinggal…” jawabku.
dia hanya mengangguk bertanda dia setuju

meski jarak ke pom bensin cukup jauh
aku berusaha membuat suasana tak jenuh
sehingga disepanjang jalan hampir selalu dipenuhi tawa
entah setan apa yang merasuki kami berdua dimalam itu
tertawa gila dan berteriak sekeras-kerasnya
seolah itu malam hanya diperuntukkan buat kami
dan kamipun dengan senang hati memanfaatkan sepuas-puasnya

tak ada yang mengganggu
kekonyolan-kekonyolan yang kami perbuat itu
seakan mengingatkanku akan masa kanak-kanak
yang kegirangan naik daun kelapa sambil ditarik
namun bedanya ini didorong pake kaki
hhhh

waktu demi waktu
tak terasa sudah sampai dipom bensin
terlihat dia bergegas langsung membuka jok motornya
dan merogoh tasnya dan mengambil selembar uang
inginku biar saya saja yg membayar
namun dia seolah membaca pikiranku
kalau saya pasti menawarkan tuk membayarnya
makanya dia cepat-cepat memberi uang kpd
pedagang bensin eceran tersebut
mungkin dia merasa gak enak
sebab merasa saya sudah membantu banyak

sebelum melajukan motornya
sempat dia menoleh ke arahku
dan menanyakan alamat tinggal saya
tetapi aku menjawab masih jauh…
tentu aku berbohong karena sebenarnya
rumahku berada tak jauh dari tempat membeli bensin tadi

meski awalnya agak ragu diapun kembali melajukan motornya
dan akupun jg mengikut di belakang memastikan dia sampai dengan selamat
namun kali ini canda tawa mulai berkurang
mengingat jalan yang dilalui tidak mulus dan banyak lubang
memaksa kami hanya fokus ke depan
dan sulit tuk menoleh satu sama lain
ditambah banyak rumor
mengatakan bahwa disitu anker

sesampainya lorong masuk kerumahnya
dia tiba-tiba dia berhenti
entah apa tujuannya namun aku tau
ada yang mau dia katakan
dan akupun juga ikut berhenti
dia berbicara “sampai disini saja kau antar sy…
sy sudah banyak merepotkanmu malam ini”
(sambil tersenyum) yang terlihat jelas itu senyum yang dibuat-buat
akupun menanggapinya dgn mengatakan “kenapa…?”
dia menjawab “rumahku sudah dekat juga kok..”
meski aku tau rumahnya masih agak jauh
akupun meng iyakannya (dgn perasaan terpaksa)
sebab lagipun jalan yg didaluinya tak seseram yang dilalui sebelumnya
pedagang dan rumah lampu kanan kiri masih banyak yg menyala
lagipula ini jg sudah masuk jg ke kampungnya
walau sebenarnya aku mengerti maksudnya mungkin
gk enak jika keluarga atau ada orang kampung melihatnya
jalan sama lawan jenis Malam-malam
dan menimbulkan kecurigaan yang enggak-enggak

diapun meninggalkanku dan melajukan motornya
tanpa menunggu aku mengatakan selamat tinggal padanya
namun sempat dia menoleh tersenyum padaku sambil mengucap hati-hati di jalan
dan akupun membalasnya dengan berteriak “kau juga hati-hati…”

tak banyak kata yang bisa ku ucapkan kala itu meski itu sekedar salam perpisahan
sebab dia melajukan motornya dengan sangat laju
bagaikan pembalap yang memulai star
atau tergesa-gesa seolah ada yang mengejarnya
hhhh….
atau mungkin saking bahagianya sebab bisa berjumpa denganku
pria baik hati, tampan,humoris, gentle
(memuji diri sendiri…)
walau trkadang membosankan
sudah membantunya selamat melewati malam yang mencekam

akupun berlalu bersama halu
yang masih melekat dibenak
dimalam gelap yang penuh senyap
tanpa ada rasa takut akan bahaya malam
sebab banyak rumor orang dijegal oleh begal
dijalan yg kulalui…., utamanya dekat perbatasan
motor berjalan seakan didorong oleh angin
membawaku terbang
ke langit, saking senang -nya
malam terasa terang
walau jalan yang kulalui
hampir tak ada lampu jalan
kalaupun ada, aku membayangkan
itu seperti matahari senja
yang lama-lama terlihat makin meredup
sehingga temaramnya hampir tak menyentuh aspal

Tiba-tiba aku tersadar dari haluku
sebab suara klakson mobil yang mengagetkan
dan sorot lampu mobil itu yang kukira itu senja
betapa tidak, karena aku mengendarai motor sambil menutup mata
bahkan nyaris ku melepas kedua tangan tanpa sadar
lantaran dimabuk asmara

untungnya aku tak dibuat mati
Tuhan mungkin merasa kasihan jika aku mati
atau sayang jika aku mati konyol dijalan
dikarenakan membayangkan perempuan
Tuhan sangat mengerti hambanya
dan memberiku kesempatan
tuk bisa bertemu lagi dengannya
dan kembali bisa mengulang momen
yang kedua kalinya
seperti itu lagi
meski….
itu MIMPI

070819
Stories by: @Py

Terbentang Jarak

Engkau membawaku dalam lorong tak berjarak
Lalu kau beriku kode langkah setapak
Apalah dayaku yang telah berkubang dalam zona pertemanan
Tak berharap lebih selain penantian

Dua insan yang terpisahkan oleh jarak
Tak tahan akan kerinduan yang memuncak
Seketika raut wajah nampak bergejolak
Disaat takdir berkata tidak

Ketika ku tatap indah nya rembulan
Ada banyak bintang bintang bertebaran
Dengan cahaya kilaunya yang menawan
Buatku hanyut dalam lamunan

Kenangan – kenangan mulai terbayang
Seakan akan raga pun ikut melayang
Namun sayang, jarak menjadi penghalang
Hanya waktu yg akan menentukan
sampai kapan kau dan aku mampu bertahan

By:@py

"Pemuda biasa yg tak ingin masa tuanya tanpa cerita"

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai