tiba-tiba teringat malam itu
selesai menghadiri suatu acara
entah acara apa…. sayapun sudah lupa
namun seingatku dihadiri cukup banyak mahasiswa saat itu
selepas acara, seperti biasa
aku selalu yang pertama memutuskan bergeser
dengan berbagai alasan yang kubuat kala itu
sebab sedikit malu tuk mengatakan yg sebenarnya
yaitu ngantuk
jujur aku belum terbiasa begadang masa itu
di semester-semester awal yang masih
cupu-cupunya, manja dan kurang pergaulan
bagiku masih wajar bagi seorang
maba yang “masih labil”… hhh
(kata salah seorang senior)
cukup lama kumelobi para senior kala itu
walau pd akhirnya sy diizinkan tuk pulang
dan pada saat bersamaan
kebetulan jg ada seorang perempuan
yg memutuskan pulang saat itu
sejenak aku memandang
(sambil mengenakan helm…)
nampaknya aku kenal perempuan itu
dan akupun tau dia tinggal dimana
entah dimana yang jelas sudah lupa
dengan jurus basa-basi
tanpa ragu kubertanya “kau mau pulang juga….?”
dia berkata “iya sendiri…!!”
(sambil melemparkan senyum) bertanda dia masih mengenalku
tanpa aba-aba sorot lampu motornya menyala
mengenai wajahku dan membuat mataku silau
spontan ku mengangkat tangan
untuk menghalau sorot cahaya itu
dan dengan bibir yang nampak masih tersenyum
diapun pergi tanpa permisi
entah sy yg kurang dengar
sebab ramainya suara orang disaat itu
sempat aku heran sambil melihat ponsel
jam sudah menunjukkan hampir jam 12.00 malam
waktu yg haram perempuan berkeliaran (sendirian)
(kata sebagian orang tua…)
tanpa ada maksud apa-apa
dalam benak inginku mengantarnya pulang
agar pikiran yang tidak-tidak itu tak terjadi
akupun bergegas mengejar
mumpun cahaya lampu belakang motornya masih nampak
….
awalnya dia kaget melihatku lagi
dan kini sambil menyebut namaku
memastikan bahwa itu benar-benar saya
sebelum dia bertanya heran
aku langsung berkata padanya bahwa
kebetulan kita satu arah jalan pulang
(walau sebenarnya ada arah jalan yang lebih cepat
untukku sampai kerumah…hehe)
Lagi-lagi jurus basa-basi membosankan ku keluarkan
setelah kutau dia tak merasa keberatan
dan terganggu, itu nampak dari raut wajahnya
banyak pertanyaan random yg tak nyambung saat itu kami ucap
sambil sesekali tertawa gila mengalahkan suara motor
demi menghilangkan rasa bosan dan sunyinya malam
dikala sepi jalan kanan kiri masih tertidur pulas
dikala sorot lampu jalan makin memperlihatkan eksistensinya
menghalau gelap walau di beberapa sudut kota
gelap masih berkuasa
tiba-tiba hal yang tak terduga
dan tak diharapkan terjadi…
motor yang dia tiba-tiba mati
dan ban belakang motornyapun juga kempes
memang diawal firasatku memang gk enak
raut wajah yang sebelumnya nampak ceria
kini terlihat murung buatku memelas…
namun beruntung saya bersamanya
tak kebayang jika dia jalan sendiri
menenteng motornya yg berat ditengah malam…
setelah sy cek ternyata motornya hanya kehabisan bensin
dan ban motornyapun hanya kempes sedikit
namun masih bisa dipakai untuk beberapa saat
hal yg pertama terpikir olehnya
yaitu dimana penjual bensin terdekat
sebenarnya aku bisa saja pergi membeli lalu
langsung membawa bensin itu
namun mana tega aku meninggalkannya sendiri
di tempat yg kebetulan saat itu gelap
hanya ada satu lampu jalan yang hidup
itupun berkedip-kedip
tak ada lalu lalang kendaraan
bahkan dikanan kiri hanya ada tebing
yang tentu saja tak ada rumah penduduk disitu
lalu saya berkata “bagaimana kalau saya
mendorong motormu itu….”
“caranya….?”, tanya perempuan itu
” ya… pakai kakiku, aku mendorongnya sambil diatas motor, jadi kita bisa Sama-sama pergi mencari bensin tanpa harus ada yang ditinggal…” jawabku.
dia hanya mengangguk bertanda dia setuju
meski jarak ke pom bensin cukup jauh
aku berusaha membuat suasana tak jenuh
sehingga disepanjang jalan hampir selalu dipenuhi tawa
entah setan apa yang merasuki kami berdua dimalam itu
tertawa gila dan berteriak sekeras-kerasnya
seolah itu malam hanya diperuntukkan buat kami
dan kamipun dengan senang hati memanfaatkan sepuas-puasnya
tak ada yang mengganggu
kekonyolan-kekonyolan yang kami perbuat itu
seakan mengingatkanku akan masa kanak-kanak
yang kegirangan naik daun kelapa sambil ditarik
namun bedanya ini didorong pake kaki
hhhh
waktu demi waktu
tak terasa sudah sampai dipom bensin
terlihat dia bergegas langsung membuka jok motornya
dan merogoh tasnya dan mengambil selembar uang
inginku biar saya saja yg membayar
namun dia seolah membaca pikiranku
kalau saya pasti menawarkan tuk membayarnya
makanya dia cepat-cepat memberi uang kpd
pedagang bensin eceran tersebut
mungkin dia merasa gak enak
sebab merasa saya sudah membantu banyak
sebelum melajukan motornya
sempat dia menoleh ke arahku
dan menanyakan alamat tinggal saya
tetapi aku menjawab masih jauh…
tentu aku berbohong karena sebenarnya
rumahku berada tak jauh dari tempat membeli bensin tadi
meski awalnya agak ragu diapun kembali melajukan motornya
dan akupun jg mengikut di belakang memastikan dia sampai dengan selamat
namun kali ini canda tawa mulai berkurang
mengingat jalan yang dilalui tidak mulus dan banyak lubang
memaksa kami hanya fokus ke depan
dan sulit tuk menoleh satu sama lain
ditambah banyak rumor
mengatakan bahwa disitu anker
sesampainya lorong masuk kerumahnya
dia tiba-tiba dia berhenti
entah apa tujuannya namun aku tau
ada yang mau dia katakan
dan akupun juga ikut berhenti
dia berbicara “sampai disini saja kau antar sy…
sy sudah banyak merepotkanmu malam ini”
(sambil tersenyum) yang terlihat jelas itu senyum yang dibuat-buat
akupun menanggapinya dgn mengatakan “kenapa…?”
dia menjawab “rumahku sudah dekat juga kok..”
meski aku tau rumahnya masih agak jauh
akupun meng iyakannya (dgn perasaan terpaksa)
sebab lagipun jalan yg didaluinya tak seseram yang dilalui sebelumnya
pedagang dan rumah lampu kanan kiri masih banyak yg menyala
lagipula ini jg sudah masuk jg ke kampungnya
walau sebenarnya aku mengerti maksudnya mungkin
gk enak jika keluarga atau ada orang kampung melihatnya
jalan sama lawan jenis Malam-malam
dan menimbulkan kecurigaan yang enggak-enggak
diapun meninggalkanku dan melajukan motornya
tanpa menunggu aku mengatakan selamat tinggal padanya
namun sempat dia menoleh tersenyum padaku sambil mengucap hati-hati di jalan
dan akupun membalasnya dengan berteriak “kau juga hati-hati…”
tak banyak kata yang bisa ku ucapkan kala itu meski itu sekedar salam perpisahan
sebab dia melajukan motornya dengan sangat laju
bagaikan pembalap yang memulai star
atau tergesa-gesa seolah ada yang mengejarnya
hhhh….
atau mungkin saking bahagianya sebab bisa berjumpa denganku
pria baik hati, tampan,humoris, gentle
(memuji diri sendiri…)
walau trkadang membosankan
sudah membantunya selamat melewati malam yang mencekam
akupun berlalu bersama halu
yang masih melekat dibenak
dimalam gelap yang penuh senyap
tanpa ada rasa takut akan bahaya malam
sebab banyak rumor orang dijegal oleh begal
dijalan yg kulalui…., utamanya dekat perbatasan
motor berjalan seakan didorong oleh angin
membawaku terbang
ke langit, saking senang -nya
malam terasa terang
walau jalan yang kulalui
hampir tak ada lampu jalan
kalaupun ada, aku membayangkan
itu seperti matahari senja
yang lama-lama terlihat makin meredup
sehingga temaramnya hampir tak menyentuh aspal
Tiba-tiba aku tersadar dari haluku
sebab suara klakson mobil yang mengagetkan
dan sorot lampu mobil itu yang kukira itu senja
betapa tidak, karena aku mengendarai motor sambil menutup mata
bahkan nyaris ku melepas kedua tangan tanpa sadar
lantaran dimabuk asmara
untungnya aku tak dibuat mati
Tuhan mungkin merasa kasihan jika aku mati
atau sayang jika aku mati konyol dijalan
dikarenakan membayangkan perempuan
Tuhan sangat mengerti hambanya
dan memberiku kesempatan
tuk bisa bertemu lagi dengannya
dan kembali bisa mengulang momen
yang kedua kalinya
seperti itu lagi
meski….
itu MIMPI
070819
Stories by: @Py