Belakangan ini banyak teman yang bercerita dengan segala bebannya di hari itu. sedikit risih, tapi bagaimana juga sebagai teman, aku ataupun kita harus mendengarkan dengan baik-baik apa yang mereka ceritakan. sempat terbesit dalam hati, ‘kita sebenarnya saling punya masalah, berat dan cukup mengganggu mood memang.’
Ada kalanya kita senantiasa merasa paling menderita di bumi Tuhan ini. Masalah yang kita lewati adalah masalah yang luar biasa tidak ada ujung penyelesaiannya. Itu hanya di mata kita. Padahal, di mata orang lain luar sana, ada yang paling berat, tapi mereka masih menjalaninya dengan apa adanya. barang kali pasrah atau bisa jadi tidak mendapatkan jalan lain untuk keluar; mereka menerimanya begitu saja.
Bagaikan sebuah film drama, tidak ada konflik, drama tidak akan seru untuk di tonton; terkesan monoton dan hambar. Begitu juga dengan hidup, kebanyakan enak juga bakal membosankan. Jika dibayangkan sepertinya seru, tapi hidup tanpa tantangan layaknya kita dibiarkan sama Tuhan. Hidup enak terus juga sebagian dari cobaan. Keenakan maksiat, uang mengalir, teman dekat banyak atau lainnya. Barang kali Tuhan tidak mau mengurusi hidup kita. Tapi ingat, hukuman tetap berlaku. Bisa jadi tidak sekarang, tapi lain waktu atau lain kehidupan.
Kita adalah makhluk paling sempurna dalam penciptaan. Manusia adalah perasa paling sempurna, mereka bisa merasakan apa saja, bahkan melebih-lebihkan yang semestinya. Tapi suka lupa bagaimana memberikan rasa kepada Tuhan yang esa.
Benar, kita sering lupa menaruh rasa, cinta bahkan kerinduan. Kita datang di saat masalah ikut datang. Kita mencintainya, ketika sedang melangitkan hajat bersifat dunia. Dan merindukannya, saat paling-paling gentingnya hidup yang tidak baik-baik saja. Ketika masalah yang dihadapi semakin parah dan tidak ada perkembangan membaik, justru menegur bahwa Tuhan sedang tidak berpihak. Makhluk macam apa sebenarnya kita ini? Mari membenarkan satu per satu.
Kenapa Tuhan memberi masalah? Sebab Tuhan minta perhatian, Tuhan ingin tau berapa nilai yang diberikan pada manusia yang sedang diujiNya. Sebagai acuan seberapa lagi ditinggikan derajat manusia tersebut. Semuanya untuk manusia.
Sedangkan, kenapa manusia datang pada Tuhan ketika memiliki hajat saja? Sebab manusia itu paling tau siapa yang menjamin semuanya terkabulkan. Merengek sepuasnya sampai dituruti dan mendapatkan apa yang mereka mau. Sampai lupa, bahwa yang terpenting dari meminta adalah ridho dan keikhlasan. Barang kali doa kita belakangan ini kurang ikhlas, terlalu memaksa atau mungkin kurang berpasrah dalam menghadapi suatu masalah. Tuhan menjamin bakal memberi. Mari, sabar sedikit lagi ya.
Kenapa Tuhan tidak dipihak kita, padahal selama ini sudah meminta yang semestinya? Tidak. Tuhan selalu berpihak. Barang kali permintaannya belum tepat untuk dikabulkan. Atau mungkin sujud kita terlalu terburu-buru untuk menyampaikan apa yang kita mau. Sampai akhirnya lupa, bahwa Tuhan membutuhkan bujukan, pujian serta rayuan yang indah-indah sebelumnya.
Mengeluh boleh. Tapi sewajarnya. Mari sabar sedikit dan pelan-pelan menyelesaikannya dengan tulus. Selama ini Tuhan selalu dipihak kita. Namun, kitanya saja yang hanya sesekali berpihak (pas ada masalah dan permintaan). Selama ini Tuhan mengabulkan segala doa, tapi di masa yang paling tepat. Masalahmu untuk kebaikanmu. Tuhan hanya membutuhkan kehadiranmu dalam sujud, doa dan dzikir.
Banyak hal-hal yang perlu disyukuri. Begitu juga dengan sebuah masalah. Bersyukurlah ketika hanya diberi masalah yang bisa kamu selesaikan. Karna memang semua masalah yang diberikan Tuhan sudah mendapatkan kepercayaanNya bahwa kamu BISA menyelesaikannya dengan baik. Sisanya, adalah ketulusan dan kesabaran. Susah, iya sangat susah. Maka dari itu, pelan-pelan ya.. sabar sedikit lagi.
Berdzikirlah dengan tulus, kurangi membebani diri dengan masalah yang tidak perlu sipikirkan. Tunaikanlah sholat dengan khusyu’, menghadapNya tidak boleh sembarangan. Sebab dalam sholatlah banyak pujian dan pertolongan yang bakal kita terima. Sesekali pergilah bertahajjud, minta apapun yang kamu butuhkan, berdzikirlah dengan sebaik mungkin dan sampaikan keluh kesahmu selama ini. Cukup Tuhan yang mendengar. Percayalah, takdir dan keajaiban selalu ada. Tuhan selalu romantis dalam membuat takdir. Sisanya adalah kita bagaimana melakukannya.
Dan ingat, jangan lupakan hambaNya yang lain. Terlalu berpihak dan berbaik hati dengan Tuhan tapi lupa dengan makhlukNya juga tidak baik. Sudah terlalu banyak nikmat Tuhan yang kita terima, mari bagikan kenikmatan itu untuk orang lain. Sedekah ketika punya uang banyak. Membagikan ilmu ketika diberi kesempatan belajar yang luar biasa. Tersenyum bahagia untuk membagikan kebahagiaan dan mencoba membantu serta mendengarkan keluh kesah teman.
Berkeluh kesahlah dengan semestinya, mintalah sepuas-puasnya, berusahalah semaksimalnya. Dan berdzikirlah setiap nafas padaNya. Tidak perlu terburu-buru, sedikit-sedikit berusaha agar terbiasa. Mari saling self reminder, saling mengingatkan dan tidak pelit dalam memberi saran.

[QS. Al-Maarij: 19]