Di tengah penantian akan sosok pengisi sanubari, tak jarang kutemui pribadi yang rela menyiksa batinnya demi menjaga jalinan tetap abadi. Manisnya cinta terlalu lugu disikapi, sehingga sejuta luka seakan tak berarti. Hati tak lantas pergi meski menyadari terjebak dalam tirani. Semua karena sikap berani untuk disakiti dilandasi rasa takut kehilangan yang tak bertepi, hingga akhirnya jiwa terpasung larut dalam kendalinya
