Terlanjur Curiga

Ada sepasang sahabat pria dan wanita
Yang dimana salah satunya ada yang memendam rasa namun sulit ia ungkap entah malu atau belum waktunya yang jelas benih-benih itu sudah ada. Seiring berjalannya waktu sepasang sahabat ini semakin dekat sebab pertemuan intens yang kerap mereka lakukan, sampai-sampai orang menganggapnya pacaran.
Lambat laung salah seorang yang punya rasa tersebut tak tahan lagi akan benih-benih suka yang makin tumbuh, akhirnya orang tersebut memberanikan diri dan memantapkan diri ingin menyatakan cinta padanya setelah ia merasa sudah pantas dan sudah waktunya.
Menjelang momen tersebut tiba-tiba terbesit dalam pikiran orang tersebut seolah ada yang membisikkan bahwa dia itu sudah punya pacar, awalnya orang tersebut tak menggubrisnya tetapi lama-lama timbul curiga juga, akhirnya orang tersebut saat bertemu atau chattingan kerap kali suka memancing-mancing agar rasa curiganya tersebut terobati.
Namun nyatanya makin hari rasa curiganya tersebut bukannya tambah sembuh justru makin curiga pada dia. Lewat berbagai cara dan ilmu yang ia miliki ternyata kecurigaan orang tersebut ternyata benar, bahwasanya dia punya pacar.
Setelah tau fakta itu, orang tersebut menanggapinya biasa saja dan berkata dalam hati “seperti biasa, terulang lagi”. Ternyata orang tersebut sudah pernah digituin makanya dia biasa saja dan bahkan seolah tak terjadi apa-apa. Komunikasi tetap berjalan dan sikappun tak ada yang berubah darinya.
Akibat banyaknya cobaan masalah yang pernah dialami orang tersebut dalam percintaan akhirnya ia sudah berdamai dengan dirinya, yang awalnya membodoh-bodohi dirinya sendiri namun sekarang memaafkan kebodohan, yang awalnya sulit menerima dengan berat hati namun sekarang ikhlas menerima dengan lapang dada.
Sekarang orang tersebut makin sukses sebab tidak terlalu mengurusi masalah percintaan, bukannya orang tersebut tak mau lagi percaya dengan wanita atau mau berpacaran tetapi orang tersebut berprinsip jika mau singah silahkan jika mau menetap silahkan, pintu ini terbuka bagi siapa saja tetapi tolong jangan kau berantakin rumah ini (lagi).

By@Py

Tinggalkan komentar