Apalah aku dibanding anak-anak sebaya lain yang taunya mengeluh dan mengeluh seolah hanya aku yang diberi cobaan yang paling berat
Apalah aku dibanding remaja-remaja lain yang ingat hari ini hari ibu lewat story sosmed
Maluku pada mereka yang jauh-jauh hari menyiapkan kado ataupun sekedar puisi kata-kata indah buat ibunya
Namun… Bagiku hari ini dan semua hari sama saja
Tak perlu menunggu hari ini tuk membuatnya bahagia
Sebab yang saya yakini semua hari adalah hari yang spesial buat ibunda
Tak perlu aku berpikir ibuku akan membaca tulisan ini apalagi berharap balasan darinya
Aku rasa bukan sekedar ucapan yang ibu butuhkan saat ini dan pastinya lebih dari sekadar tindakan
Aku benci, tapi harus kuakui setiap hari ibu bertambah tua, sedang aku tumbuh besar tapi itu-itu saja, Pembangkan, pemalas, pecundang, acuh dan kadang cuek tanpa mempedulikan hati ibu
Maaf ibu… Belum bisa jadi anak yang sesuai harapmu, maumu dan doamu. Kau kusayangi meski enggan mengungkapkan, meski ku tahu rambutmu yang mulai memutih akan rontok juga, meski kusadar kau yang sehat akan sakit juga
Tapi tenang mah, don’t worry… Jika dulu kau yang menggendongku nanti jika tiba saatnya aku yang akan menggendongmu, menjagamu dan merawatmu sepenuh hati selayaknya aku bayi dulu
Jaga dirimu baik-baik ya mah… masih banyak tugas yang belum kuselesaikan. kuharap kau masih rela, disini, dirumah ini, menungguku tuk melihat anak-anakmu bahagia dewasa
Happy mother’s day, dari anakmu yang pembangkan