Pacaran itu “Penting”?

Apa yang kau harap dari ucapannya sedang hubunganmu saja belum tentu pasti. Mendistraksikan pacaran dengan embel-embel suport system. Mendiskreditkan agama dengan dalih pertemanan dan bersembunyi dibalik kerudung, sungguh kamuflase apik dari perz*nahan


(Disclaimer tulisan ini bukan ditujukan untuk orang yang baperan, yang meyakini bahwa pacaran itu harus dihindari, atas dasar keyakinan pada agamanya)

Bagiku pacaran tidak selamanya identik pada hal buruk, namun sayang kata ini sudah terlanjur dikonotasikan pada hal buruk. Mereka bahkan tidak segang melabeli kata “haram” seolah apa yang dinamakan pacaran bawaannya pasti buruk. Mereka dibutakan oleh pendapat mayoritasnya dan menolak pendapat alternatif.
Berikut alasan mengapa pacaran itu penting

Mengapa pacaran itu penting?
1. Belajar memahami lawan jenis.
Secara umum, kebanyakan dari kita lebih nyaman berkumpul dan bersosialisasi dengan orang yang sama gendernya.
Rasa nyaman ini timbul karena kita memiliki kecenderungan yang sama dalam berpikir, bersikap, merasa, dan berkomunikasi, sehingga berteman dengan sesama jenis lebih mudah untuk dilakukan.
Sedangkan dengan lawan jenis, jika kita tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam berhubungan, berkomunikasi, dan memahami mereka, cepat atau lambat akan mengganggu dan berpotensi merusak hubungan pernikahanmu di masa depan.

2.Membangun ikatan emosional
Membangun ikatan emosional dengan orang lain bukan hal yang mudah, Ia butuh effort, kemauan, kemampuan untuk memahami & menerima orang lain, dan yang terpenting: it takes time.
Walaupun ikatan emosional yang kuat dapat dipenuhi oleh seorang sahabat, tetap ada kebutuhan yang biasanya hanya bisa dipenuhi oleh pasangan kita, yaitu: Intimacy (emotional, intellectual, and physical).
Ikatan emosional yang kuat adalah hal terpenting yang dimiliki manusia untuk melawan perasaan kesepian. Jadi, belajar membangun ikatan emosional adalah elemen kunci pada survival manusia. Fyi, kesepian adalah salah satu penyebab utama gangguan depresi.

3. Menjadi cermin perilaku
Memiliki pasangan membuatmu terikat pada mereka, itu berarti, sebagian hidupmu, secara tidak langsung akan berasimilasi (menyatu) dengan sebagian hidupnya. Sehingga, yang kau lakukan akan sedikit banyak memengaruhi kehidupan & perasaan pasanganmu, dan juga sebaliknya.
Memiliki pasangan membuatmu sadar bahwa ternyata banyak dari perilakumu yang tidak efektif, tidak adaptif atau tidak menyenangkan, sehingga kau akan memiliki kesempatan untuk terus mendapat masukan dari “cermin”-mu, atau kalau dalam istilah saya: Behavior Corrector.

4. Belajar untuk bernegosiasi
Karena kamu dan pasanganmu memiliki latar belakang, pola pikir, kepribadian, keinginan, preferensi, dan pola komunikasi yang berbeda, maka dapat dipastikan cepat atau lambat kalian akan memiliki perbedaan pandangan tentang bagaimana seharusnya hubungan kalian dijalani.
Dengan demikian, jika kamu dan pasangan ingin hubungan ini terus berlanjut, harus ada proses negosiasi yang dilakukan, and trust me.. it’s very very difficult, apalagi jika salah satu di antara kalian masih kekanak- kanakan yang hanya mau dituruti.
Sehingga, perlu disadari bahwa kedua belah pihak perlu belajar untuk mendengar, mengartikulasikan (menyampaikan) pikiran & perasaan, berdebat dengan kepala dingin, hingga membuat kesepakatan.

5. Belajar untuk mencintai
Mencintai itu bukan sekadar memiliki perasaan cinta pada orang lain. Loving is an art. Dan kamu harus memelajari bagaimana pasanganmu ingin dicintai, bukan malah memaksakan caramu dalam mencintai mereka, karena setiap orang memiliki preferensi dicintai berbeda-beda.
Meski demikian, ada beberapa hal fundamental dalam mencintai orang lain yang kamu perlu pelajari, yaitu:
Mengapresiasi kebaikan mereka, menghargai usaha dan perjuangan mereka, memahami dan berempati, memberi dukungan agar la terus berkembang secara personal maupun professional, memaafkan kesalahannya, menghormati egonya, dan menerima masa lalunya.
Note: Jika tidak mampu menerima masa lalunya, sebaiknya segera tinggalkan, don’t waste their time.

Membangun hubungan itu butuh kerja keras, dan jika berhasil kamu lakukan dengan benar, kamu bisa menjadi orang yang lebih baik.
dan tentu saja, bagian paling penting: kau jadi lebih matang untuk menginjak ke hubungan yang lebih serius, yaitu pernikahan.
So, salam buat pacarmu, bilang kalian ada PR untuk dikerjakan bersama hehe

Tinggalkan komentar