Tembok sebelah

bisikan itu kian nyaring
telinga yang dulunya abai
kini agaknya mulai penasaran
mencoba menerka kata
dari balik tembok sebelah
basa-basi yang dulunya tabu
kini terus-terusan diulang 
anakku sekarang.., anaknya si…
entah sudah berapa kali
jadi awal pemantik sapa
seolah tak ada kode lain
yang pantas mereka pamerin 

tapi ah sudahlah… 
toh mereka hanya belum tau
kalau dimanapun, siapapun boleh jadi apapun

Tinggalkan komentar