Akankah kita menemukan seseorang yang menemani dengan tulus dan segenap cintanya?
akankah kita bisa mendapatkan orang yang benar-benar real serius menjalin asmara?
Sedangkan kita berada dalam dilema yang tak berkesudahan ..?
Menjaga kepercayaan terhadap orang lain menjadi sesuatu yang sangat mahal dan sulit didapat.Memilih untuk membangun atau menolak seseorang yang datang menjadi beban pilihan yang sangat berat, semacam gerak pasif yang melahirkan dualisme pilihan yang dilematis.
Defenisi cinta yang selama ini di pegang telah kehilangan nilai substansi, pada akhirnya defenisi cinta hanyalah sekumpulan kebohongan dengan bahasa dan sastra yang rapi sehingga setiap orang memiliki prespektif masing2 dlam memandang cinta hingga menjelaskannya pun hanya butuh kepandaian bersilat lidah, sebab ketika org yang sedang di mabuk cinta akan mengatakan bhwa cinta itu indah namun bagi yg sedang merasa sedih krna cinta ia akan katakan bahwa cinta itu menyakitkan.
Kita sudah terlanjur kenyang akan semua yang menyangkut perihal cinta itu sampai-sampai kita lalai dan lupa bahwa bukan hanya itu yang perlu diperdebatkan, misal dalam hal pengimplementasian cinta seperti hubungan pernikahan, hubungan keluarga bahkan yang menyangkut hubungan tentang seks kini kehilangan fondasi dalam pemaknaannya sehingga jangan heran ketika ingin menjalin hubungan serius terkadang muncul dilema-dilema.
so… dilema muncul sebab kita terlalu berfokus pada satu titik dan lupa akan titik-titik lain yang mungkin atau justru jadi hal sangat penting dan itu kita kesampingkan. lantas apa yang perlu aku lakukan? ubah cara pandangmu melihat sesuatu dan coba cari atau perhatikan juga sudut pandang yang lain siapa tau itu bisa menjawab atau setidaknya menenangkan dilema yang kini anda hadapi
Memilih bersama hanya melahirkan ketakutan, memilih sendiri hanya membawa pada ruang kesepian, memilih untuk tidak memilih hanya melahirkan aliansi dan kehilangan substansi kemanusiaan
_
011121
by @py