
kedipan demi kedipan yang kau tebar
dibalik ilalang yang menari-nari
membuat jiwa dan ragaku terkunci,
mematung dalam palung pengharapan
dia : (hidiih bucin…)
me : (mending bucin daripada bencon hhh)
ketika akal mulai sedikit sadar merangkai bayangmu
entah mengapa intuisi ku berbisik
menggelitik khayal pada hal-hal tabu
she : (apa tuh…?)
me : (ups… rahasia!!)
she : (hmm…)
_”sejak saat itu aku tak berani menatap binar mata perempuan… lagi”
dan pada saat sedihmu mulai manja
peran badutku seketika itu kucoba
tanpa lagi menimbang kinerja logika
yang penting bibirmu terus nampak senyum dan tertawa, …..bahagia
she : (dikirain aku orang gila klaw gitu terus..hhh)
me : (emang benar kau gila.., tergila-gila padaku wkwkw)
she : (kamu paling jago buatku gila… wkwkw)
_”seketika dia beneran jadi gila” hhhh
by@py