Kapan (layak) nikah?

menurut data yg sudah ditetapkan sama pemerintah bahwa usia yang layak untuk menikah adalah 19 tahun dengan pertimbangan demi mengantisipasi masalah” yg akan timbul, namun pernyataan seperti ini itu terkesan terlalu formal bagiku sebab menganggap capaian kedewasaan ditentukan berdasarkan batas usia tertentu

    bagiku kapan sebenarnya orang layak menikah itu tidak bisa ditentukan berdasarkan usia individu tersebut namun sampai dimana tingkat pemahaman atau pengetahuannya terhadap pasangannya, semakin layak dia mengenal pasangannya maka semakin layak dia  bersamanya. misal ada orang yang berkata aku mencintaimu apa adanya, sampai mati aku mencintaimu dan masih banyak lagi pernyataan” bucin lainnya atau juga semacam pernyataan” yang blum layak secara mental misal “semua cowok sama saja, kenapa kamu mencintainya? gk tau nyaman aja, istri harus dinafkahi suaminya nah jika ada orang yang masih sering mengucapkan atau menjawab hal demikian bagiku mereka belum layak tuk menikah kenapa…? karena mereka belum mampu mengidentifikasi atau mengenal pasangannya

misal salah satu contoh pernyataan lagi seperti “kamu tidak seperti yang dulu lagi” sebenarnya bukan dianya yg tidak seperti yang dulu lagi tetapi orang yang mengatakan itulah yang sebenarnya sudah berubah sebab belum mengenal seutuhnya pasangannya dan masih banyak lagi contoh yang mana menandakan ciri orang yg belum layak nikah (baik secara mental maupun pengetahuan)

   Nah kembali lagi ke perihal pertanyaan kapan nikah?

   Pertanyaan-pertanyaan seperti kapan nikah adalah salah satu contoh yang mungkin sebagian orang adalah momok yang menakutkan buat didengar langsung, (untungnya pertanyaan semacam itu belum pernah saya dengar secara serius disampaikan pada saya hehe….). Memang pertanyaan-pertanyaan seperti jika spontan ditanyakan orang pada kita untuk menjawabnya pasti ada jeda untuk sedikit banyak berfikir tuk menjawabnya, sebab ini bukan sesuatu yang mudah.
   biasanya dalam menjawab itu orang mencoba berusaha mengalihkan topik atau mungkin menjawab seadanya atau dengan candaan misal “menunggu waktu yang pas”, “kerja, karir dulu baru menikah”, “belum ada yang cocok”, atau mungkin balik nanya seperti  “kapan lo mati” hhh… dan masih banyak lagi. Pertanyaan-pertanyaan begini itu terkadang bisa membuat kita emosi,marah atau kesal dan ujung-ujungnya buat kita jadi galau atau yang lebih parah depresi terutama yang jomblonya sudah karatan….hhh canda jomblo (ngatain diri sendiri)
   Namun daripada galau dikarenakan tak kunjung ada pasangan… mending anda memanfaatkan momen kejombloan anda untuk belajar meratapi nasib,… eheh salah maksudnya belajar mengasah diri lagi. kalian pasti tidak inginkan jika masa-masa yang panjang setelah menikah nanti banyak masalah apalagi jika sudah punya tanggungan (anak), untuk jadi orang tua itu setidaknya anda memiliki pengetahuan yang mendasar dalam mendidik anak. asal kalian tau menurut survei sebanyak 73.5% orang tua Indonesia itu tidak mampu dalam hal mendidik anak sebab minimnya pengetahuan dari awal mendidik anak dan apa akibatnya? akibatnya anaknya baik IQ atau akhlaknya rendah
   nah tentu jika sudah seperti ini orang tuanya sendirilah yang juga akan malu sebab salah dalam mendidik anaknya padahal justru masa-masa seperti itulah seharusnya anak mendapatkan perhatian ekstra orang tuanya karena bisa menentukan karakter maupun sifatnya masa depan dia kelak nanti bagaimana
   contoh : orang tua yang pandai dan kurang pandai mengurus anak misal “jika ada anak yang menjatuhkan piring lalu pecah” orang tua yang kurang pandai melihat itu spontan marah dan sibuk memaki anaknya sebab menjatuhkan piring lalu pecah tetapi bedahalnya sama orang tua yang pandai mendidik anak, orang tua yang pandai tidak langsung menampakkan perasaan emosi pada anaknya dan malah tersenyum sambil mengajarkan secara halus bahwa “kalau membawa piring itu harus hati-hati” serta memberikan penjelasan padanya bahwa jika terus-terusan terjadi begini itu bisa-bisa membuat piring habis dan kalau habis adek jadi tidak bisa makan… iyakan (dengan nada yang lembut).
   Tentu reaksi yang timbul pada kedua anak itu pasti berbeda dan yang mesti sebenarnya dijaga itu Psikologi anak sebab ini lagi-lagi bisa menyangkut masa depan si anak ini kedepannya seperti apa (karakternya). dan masih banyak lagi contoh tentang bagaimana cara yang baik dalam mendidik anak.(di google banyak kok….)
-kembali pasal jomblo
   Nah kan…. sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita dapatkan dan berguna walaupun menyandang gelar jomblo, jangan salah… jomblo tidak selamanya jadi sesuatu yang buruk tetapi akan jadi hal buruk jika anda menyia-nyiakannya. maka dari itu manfaatkan momen kejombloan anda menghadapi masa-masa panjang yang menderita jika tak dipersiapkan sebelumnya (menikah)

mengutip lirik lagu ” cinta ini kadang tak ada logika” namun menikah diharuskan ada logika

jadi,kapan n̶i̶k̶a̶h̶  layak nikah?
  

Rintihan Hati

Terpenjara sepi yang ku nikmati sendiri
Disini bersama luka yang tersimpan dihati
Tak ada yang tau tentang gejolak hatiku ini
Kecuali Tuhan dan hati kecilku ini


Kemana dan harus dimanakah aku mencari
Teman untuk bisa mengerti keresahan diri
Yang ku lihat semua tidak perduli dan acapkali pergi tanpa permisi lagi


Aku yang selalu tertinggal disini bersama kesunyian hati
Ditikam pilu oleh kesendirian yang tak bertepi


Oh tuhan, kapankah aku bisa menikmati waktu yang katanya akan indah pada waktunya untuk ku’???
Aku terus menanti disini tanpa lelah dihati yang mungkin tak akan disadari oleh banyak hati bahwa ada hati yang selalu tersakiti oleh sepi


SARAN ATAU KRITIK

Seseorang pernah idealis
bahkan keputusannya tidak bisa dibeli
dengan materialis…
Hingga dia dijuluki
sang realistis…
Karena apapun yang dia katakan menjadi
sebuah finalis..

Namun sayang seiring waktu berjalan semua berbalik lawan
Karena banyak faktor yang sebelumnya musuh ternyata harus dijadikan kawan
Begitu banyak realita kenyataan seiring waktu berjalan

bukan bermaksud membatasi nalar kritis
agar selalu berucap yang manis-manis
akan lebih beradab dan berakhlak jika kata kritik diganti dengan kata saran atau masukan
Karena cerdas tidak harus di atas
Maka tidak semua aturan harus direntas
tetapi memang hal-hal tertentu harus diberantas jika sekiranya memang sudah tidak pantas
sebab tidak semua saran itu baik
dan tidak semua kritik itu buruk

apatis, skeptis, dan kritis



selama ini aku mencoba diam melihat berapa suramnya sistem yg kerap ditawarkan mahasiswa2 yang kerap dianggap berintelektual oleh para juniornya…
pemikiran2 yang dianggap relevan diterapkan bagi mahasiswa masa kini saya rasa masih belum pas memenuhi setiap hegemoni pemuda sekarang
sistem2 kaderisasi diberbagai oraganisasi2 baik internal maupun eksternal tidak mencerminkan akan timbulnya seorang pembaharu nantinya
jujur…saya heran sama sekian banyak dan lamanya para senior2 bergulat di dunia kajian dan literasi tidak ada saya temukan konsep yg baru atau minimal berbeda pada sistem kaderisasi junior2nya atau maba yg bisa dibilang masih labil

sistem yg selama ini digunakan untuk mencetak kaum2 intelek juga tidak sepenuhnya buruk… buktinya tetap masih ada kok yg terbentuk namun sistem klasik seperti ini saya rasa susah atau sulit maksimal dalam mencapai tujuan lembaga atau organisasi tersebut

sejauh pengalaman saya berorganisasi saya merasa bahwa apa yang dilakukan selama ini hanya itu-itu toh saja ibarat diam ditempat atau berlari di treadmil tanpa ada aktualisasi pikiran kedepannya akan bagaimana. ada sih…, tapi itu hanya sebatas memikirkan kepengurusan selanjutnya tanpa ada yang memikirkan apakah sistem ini masih relevan digunakan atau tidak

melihat pesatnya perkembangan arus globalisasi harusnya kalian yang katanya intelek itu mampu berimprovisasi dan berinovasi dalam menemukan ide-ide solutif dalam menjawab zaman

saya kerap mendengar omongan2 senior hampir di setiap lembaga organisasi mengatakan bahwa “kami tidak butuh kuantitas namun yg kita butuhkan adalah kualitas” kata2 seperti ini terkadang membuat saya tersenyum sendiri ketika mendengarnya
ya….saya akui hal tersebut ada benarnya namun saya kurang sependapat jika kualitas itu tidak dibutuhkan dalam sebuah lembaga… Masing-masing punya korelasinya tersendiri
dan menurutku dua-duanya itu penting

salah satu tujuan masuk sebuah organisasi adalah menjalin relasi namun terkadang arti ini sering disalah artikan atau disamakan dengan memperbanyak kawan atau bahkan pacar (ini yg parah)… namun hal seperti ini masih termasuk kewajaran bagi saya tetapi akan menjadi salah jikalau hal ini jadi tujuan utama kader untuk berlembaga sampai-sampai mengenyampingkan hal yang menjadi landasan dibuatnya sebuah organisasi “Aktif di organisasi hanya sebatas mengharapkan relasi tetapi kontribusinya minim adalah sebuah tercela dan wajib dijauhi… Ingat, Relasi tanpa Skill itu NOTHING”

bagiku yang mesti digaungkan dan diimplementasikan agar jadi fokus kita kedepan adalah bagaimana cara menjaga, merawat dan membangun kesetiaan baik calon kader ataupun kader itu sendiri terhadap organisasi sehingga menghadirkan manfaat nyata baik pada anggotanya maupun masyarakat dan negara

by:@Py

Goodlooking VS Goodattitude…!!!

“Sebagian Perempuan akan lebih memilih cantik. Sebab mayoritas laki² lebih banyak menggunakan mata dibandingkan akal memilih perempuan. Itulah cosmetik jauh lebih laku dari pada buku….”

Dari tulisan diatas… disini saya tidak ada maksud buat mengkritik atau apalah namun niat saya cuman igin mengingatkan kembali identitas kita baik itu perempuan atau laki-laki sebagaimana mestinya.
bahwasanya sadar atau tidak sadarnya kita selama ini itu telah menciptakan semacam “konstruksi masyarakat” tentang cara pandang mereka terhadap perempuan dan laki-laki

pada mulanya memang ini semua tercipta dari hasil konstruksi di beberapa kalangan masyarakat saja menurut beberapa orang utamanya kaum feminisme sebelumnya disini saya tidak ada maksud sama sekali untuk berusaha mendiskreditkan salah satu pihak semata, tetapi saya ingin menyadarkan kalian semua yang merasa manusia walau saya sendiri terkadang kurang sadar akan diriku sendiri

dan sebelumnya lagi, apapun yang saya tulis diblog ini itu tidak mesti harus dijadikan dasar atau rujukan sebab ini pendapat sifatnya individual atau dari diri saya sendiri. pengalaman-pengalaman atau gambaran-gambaran hidup saya selama ini tentang persoalan gender ingin kuperlihatkan dalam bentuk teks atau tulisan yang ala kadarnya ini dengan harap bisa mengingat kembali jati diri kita masing-masing dan dibawakan dengan gaya yang santai, sederhana sambil disertai sedikit humor didalamnya.

sebelum masuk lagi tema pembahasan saya sekali ingin menekankan mengenai tulisan saya diawal tadi itu bersifat “Relatif” tidak mutlak sebab kecenderungan setiap individu berbeda-beda, misal tidak semua laki-laki memilih A dan begitupun perempuan tidak semua akan memilih B walau umumnya harusnya pilihannya B (Kira-kira begitu)

mengulang kembali kata-kataku atau semacam quotes diawal td bahwa “Sebagian Perempuan akan lebih memilih cantik. Sebab mayoritas laki² lebih banyak menggunakan mata dibandingkan akal memilih perempuan. Itulah cosmetik jauh lebih laku dari pada buku.”
sebagian orang mungkin ada yg mengira ini hanyalah guyonan atau humorku sahaja tetapi faktanya setelah dipikir-pikir memang benar adanya… sy ambil contoh misalnya jika ada anggaplah perempuan yg goodlooking memposting sesuatu di sosmednya… walaupun postingannya terkesan lucu,aneh,bodoh atau mungkin (maaf) mengumbar aurat tetapi dapat dipastikan itu dapat mengundang jempol atau banyak yang menyukainya (like) serta utamanya para cowok berlomba-lomba berkomentar sambil bernada gombalan, ya… walaupun jelas itu bukan sesuatu yang mesti dipuji….

berbeda jika yang memposting itu orangnya (maaf) biasa-biasa saja, tidak cantik (goodlooking) namun isi otaknya sudah tidak diragukan serta berprestasi itu justru malah yang sedikit likenya, walaupun itu bagus dan bermanfaat serta sesuatu yang harusnya mesti dipuji nyatanya perlakuannya berbeda atau malah mungkin ada yang merasa sinislah, tidak percaya, atau meragukan akan apa yang iya dapat.

malahan ada istilah bahwa wanita yang terlahir cantik, separuh dunia sudah ada dalam genggamannya, dan dia hanya perlu mengusahakan yang setengahnya. Artinya wanita cantik walau tak terlalu pintar, mereka tak perlu banyak usaha untuk mencapai apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya. Nasehat yang berbunyi ” rajinlah belajar supaya pintar ” sepertinya tak terlalu berguna bagi wanita -wanita cantik. Berbeda dengan wanita pintar tapi tak cantik, mereka harus berusaha ekstra keras untuk memaksimalkan potensi kepintarannya pada level tertinggi , barulah dia dianggap ‘ kasat mata ‘ oleh dunia, termasuk dalam pandangan mata laki – laki tentunya.

dan kinipun bukan hanya perempuan saja yg kerap mendapat perlakuan seperti itu bahkan laki-lakipun sekarang bisa, misal muncul istilah-istilah Cogan (cowok ganteng) dan lain sebagainya.

nah… muncul pertanyaan Kenapa kebanyakan laki – laki dan sebagian perempuan lebih tertarik dengan orang yang goodlooking daripada yg pintar?…. pernah sy mendengar begini, wanita itu dibutuhkan oleh lelaki hanya untuk dilihat, dipikat, disikat, lalu ditinggal minggat.. bukan untuk diajak berdebat ! Jadi yang namanya kecerdasan sama sekali tak dibutuhkan. Titik !! ( Upps… sory saudara- saudara,  sepertinya itu tadi jawaban dari laki-laki bejat, jadi agak  nyeleneh dan tidak dapat dipertanggung jawabkan..hehehe..)

sebab masih diselimuti rasa penasaran tinggi maka iseng saya bertanya pada teman chatting pria, yang menurut saya karena sudah berpengalaman di dunia percintaan (mungkin)hehe. Dan jawabannya begini, wanita bagi pria itu ibarat perhiasan, jadi yang namanya perhiasan, keindahan dan kecantikan fisiklah yang diutamakan, sedangkan kecerdasan termasuk prioritas yang ke sekian. Owh, berarti prinsipnya begini kira-kira, ga apa-apa ga cerdas, yang penting cantik.
heededeh…skip

Masih kurang puas kembali saya bertanya tetapi pada teman wanita siapa tau menemukan jawaban yg berbeda…. namun yang saya dapatkan malah begini, ” Saya pribadi lebih tertarik pada laki-laki yang tampangnya kayak oppa-oppa Korea sekaligus pintar…” jawabnya!! lalu aku balas singkat (Mimpi….)
skip…(lagi)

karena masih belum menemukan jawaban yang benar-benar tepat serta serius maka aku mencoba menyimpulkan sendiri saja setelah baca bbrapa artikel yang ada hubungannya mengenai judul diatas, dan akhirnya sy menyimpulkan…

Memang bahwasanya wanita – wanita cerdas yang tak cantik ini, secara lahiriah mereka mungkin tak bisa memberikan kepuasan mata bagi para pria – pria yang memandangnya sebagaimana layaknya wanita berparas jelita. Tapi bukankah cantik itu relatif ?? Dan kecantikan bukanlah sesuatu hal yang dapat  bertahan lama. Justru dalam siklus jangka panjang, wanita cerdas lebih dibutuhkan laki – laki jika sudah berumah-tangga kelak. Cerdas di sini dalam artian cerdas intelejensi ( IQ ),  bisa juga cerdas secara emosi (EQ ) , atau bisa pula cerdas secara spiritual (SQ),
Dan terkait dengan wanita dalam rumah tangga,  hal ini bisa berarti cerdas dalam pola mengasuh dan mendidik buah hati tercinta, karena bagaimanapun juga seorang ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya, cerdas dalam mengelola dan mengatur stabilitas ekonomi keluarga, cerdas dalam membangun komunikasi bersama suami sebagai partner hidupnya, dan juga cerdas dalam berinteraksi dengan keluarga besar suami mereka beserta lingkungannya. Walaupun bukan berarti wanita cantik tak bisa berbuat hal yang serupa.  Tapi ya itu tadi, wanita dengan kombinasi cantik plus cerdas ini diciptakan Tuhan dalam paket limited edition alias terbatas secara kuantitas, sehingga bisa dijamin tak semua pria sukses mendapatkannya karena tak semua wanita memiliki perpaduan antara keduanya sehingga wanita tipe begini tergolong langka.
sy tambahkan (sangat langka)….hehe

Jadi sekarang, saya hanya ingin bertanya khusus kepada anda, laki-laki lajang dan kepada perempuan yang sedang berburu pasangan masihkah poin kecantikan atau ketampanan menempati urutan pertama dari kriteria orang idaman anda, dan justru menyepelekan atau menempatkan poin kecerdasan pada urutan ke sekian ?? Karena jika jawabannya adalah ‘Ya’, saya cuma bisa berdoa, semoga saja anda tidak termasuk manusia yang pada akhirnya cuma bisa memandang dan menganggap teman anda yang lebih beruntung dapat memiliki wanita cantik atau Cogan-cogan di sampingnya, dengan tatapan  penuh iri, lengkap dengan mulut menganga sambil air liurnya sedikit menetes keluar serta sambil menampar muka dan membentur – benturkan kepala ketembok…..!!!
(sungguh penyesalan yang haqiqi)
sad…!!!


08062K21
by : @Py

Dia

Dia
Dia yg datang entah darimana
Dia yg muncul tanpa memberi kabar
Dia yg bertahan dihati tanpa sepatah kata
Dia sungguh wanita misterius

Anehnya…
anehnya dia bisa membuat sy nyaman
Anehnya kadang dia yg menyadarkan saya
Anehnya kadang dia yg membuat sy semangat
walau tak ada perhatian sedikitpun darinya

Entah
Entah mengapa sy bisa tau dia
Entah mengapa sy merasa sok kenal dia
Entah mengapa sy bisa seperti ini pada dia
Pasti bukan kebetulan aku bisa mengenalnya
Yg jelas dia pasti bukan perempuan biasa (bagiku)

Ya Tuhan…
Apa arti dari semua ini
Rahasia apa yg kau rencanakan
Tulisan apa yg tercatat disana (lauhul mahfudz)
apakah ini sudah takdir saya…?

Mengapa…
mengapa dia yg harus kau perlihatkan
Mengapa hanya dia yg mampu melakukan ini padaku
Dan apa maksud dari semua ini
Apakah dia….

jujur tulisan ini saya buat 2 tahun yang lalu cuman aku baru melihat dan membacanya lagi dan aku mencoba menerka(mengingat) kembali kisah itu walau sudah rada-rada lupa lagi…hehehe
sebenarnya aku ingin melanjutkan cerita ini, tetapi setelah aku menggali dan mengetahui kelanjutan ceritanya, ternyata (miris….)
dadaku serasa nyesek dan sumpek. hhhh….lebay

maka dari itu aku memutuskan tidak perlu melanjutkan cerita ini, hehehe….

“biarlah ia berlalu selayaknya angin yang berhembus menerpa tubuhku dan pergi begitu saja walaupun debu kotoran yang dibawanya masih sempat ada yang bertahan di tubuhku”

D”

stories by: @Py

Tatapan yang memikat…

aku terpesona oleh daya pikatmu
bagai anak angsa yang baru pertama melihat wujud
dari pelangi seusai hujan turun
yang tak tahan berlarian diatas genangan
dengan suara khasnya
yang seolah menunjukkan tawa kegirangan

dikala saat itu langit kembali ceria
mempersembahkan senyum paling indah
aku diam-diam memperhatikan
entah sayanya aja yang terlalu bucin
sehingga seolah-olah kami saling melemparkan
segala macam kata yang diselipi rasa didalamnya

sesekali bola matanya melirik kearahku
dan saat itu pula aku spontan memalingkan wajahku
yang seakan tak terjadi apa-apa
walau aku tau dia tau kalau aku memperhatikannya

drama itu terus terjadi
hingga salah satu pihak merasa mulai bosan
dan dia… dia menghampiriku
awalnya kukira dia akan pergi menjauh
sebab mungkin merasa risih denganku
hhhh….

diapun mendekat
dan terus mendekat kearahku
bersama tatapan mesranya
dan senyumnya yang aduhai
tiba-tiba….
akupun terbangun dan tersadar
ternyata….
lagi-lagi itu hanya tipuan mimpi belaka

ya Allah…
salah satu hambamu mulai suka menghalu
bantulah dia tuk mewujudkan segala kehaluannya itu
#dasar bucin….

04062K21
storie by: @Py

Perempuan tanpa suara…

kala itu aku bosan dengan rutinitas dunia
dipinggir jalan depan bengkel sambil melihat
lalulalang kendaraan beroda
namun rasa bosan itu hilang dikala
tak sengaja ada yg mampir disudut mata
tanpa ragu spontan ku menoleh kesana
dengan harap ku pernah melihat dia

dibalut rasa penasaran tentang siapa dia
Sejenak aku merasa pernah bertemu entah dimana
dengan penampilan busana tertutup
bercadar dan mengenakan ransel
Hiruk pikuk dan debu jalanan kota
Seakan Jadi saksinya

dengan gerak geriknya dia seolah menunggu sesuatu
entah teman atau mungkin angkot
yang akan menjemputnya
sekilas dia nampak baru pulang kuliah
sebab ada ransel dan beberapa buku dibawanya

cukup lama dia menunggu berdiri dipinggir jalan
hingga dia memutuskan untuk duduk
yang kebetulan ada tempat untuk duduk
di samping bengkel tersebut

disitu aku masih tak melepaskan pandangan
tiba-tiba ada seekor kucing yang menghampirinya
spontan perempuan itu mengelus dan membelai kucing tersebut
tanpa rasa takut dan terganggu berkat kehadirannya sedikitpun

dalam benak… aku kepikiran
beruntungnya aku jika jadi kucing itu
krn dapat dibelai dan dielus lembut oleh perempuan itu
sehingga membuatku nyaman didekatnya
(hhhh….laki-laki aneh)

mungkin sebab aku sudah terbius oleh ayunya
kemudian aku melihatnya ingin mengambil sesuatu
dan merogoh ranselnya
ternyata wanita ini mengambil makanan semacam biskuit
membukanya dan langsung diberikan ke kucing tersebut
(sungguh tentram jiwaku melihat tingkahnya)

Lama-lama aku semakin terbius olehnya
dan membuatku lupa akan dunia
yang awalnya gerah dan panas
Tiba-tiba merasa bagaikan ditaman yg sejuk dan teduh
(ooh… bucin nya aku kala itu)

sempat aku ingin mendekat
berbicara dengannya
sambil menawarkan segelas air minum padanya
mumpung masih belum menunjukkan tanda-tanda
akan beranjak pergi
(cie-ciee….)

Tiba-tiba…
tak ada angin, tak ada hujan
perempuan tersebut melambaikan tangannya kejalan
bertanda dia memanggil angkot tersebut
dan beranjak pulang dan meninggalkanku
(kaasiihaann….)

usahaku gagal…
berkenalan dengannya
setidaknya ada satu atau dua kata yang sy dengar
keluar dari mulutnya kala itu
namun itu semua sirna
berlalu bersama kenangan itu

sambil memegang botol air minuman
yang harapku tadinya ingin memberikan ke perempuan tersebut
tapi gagal…
aku memutuskan juga pergi
menyesali bodohnya diriku….
(sungguh akhir yang memilukan….sad)

Terima kasi buat momen dikala itu
semoga suatu saat nanti kita masih
ditakdirkan untuk bertemu kembali
(see you…)

..2k19
Stories by _@Py

membaca kurang lengkap jika tidak meluangkannya ke bentuk tulisan

bagaikan coretan di pasir pantai, ingatan manusia gampang sekali pudar. karena kefanaan ingatan itulah seorang tokoh besar Imam Asy-Syafi’i pernah bersyair “sesungguhnya ilmu itu binatang buruan, maka ikatlah ia dengan tulisan”, yaa… Tulisan memang tidak mengembalikan masa lalu atau membuat sesuatu yang hancur-lebur menjadi utuh, tapi ia membantu kita untuk tidak gampang melupakan utamanya pada zaman ini, ketika informasi dan data bergerak secepat angin.

Dalam kalimat yang telah menjadi klise, Pramoedya Ananta Toer selaku penulis terkenal asal Indonesia juga pernah mengatakan, “Menulis adalah kerja untuk keabadian.” Menjadi abadi dengan menulis mungkin terdengar berlebihan, tapi kita tak bisa menampik bahwa sesuatu yang ditulis bakal lebih awet daripada yang dibiarkan mengering di kepala yang rentan pikun atau terbang terbawa angin.

Pada masa silam ada ribuan orang yang memiliki hafalan hadis begitu kokoh. Mereka sanggup menghafal ribuan hadis seperti remaja masa kini yg mampu menghafal lagu-lagu Barat dan setiap gerakan Tiktok yg sudah merasuk dalam dirinya

Namun, dari ribuan penghafal itu, hanya segelintir nama yang bertahan dalam ingatan orang-orang. Mereka yang sanggup bertahan adalah mereka yang telah mewariskan tulisan. Kenapa nama Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam At-Tirmidzi, dan sekian ahli hadis lain namanya masih kerap disebut, padahal mereka sudah wafat ratusan tahun silam? Singkat saja: karena mereka menulis.

Sejarah tulisan dan penulisan adalah sejarah yang panjang. Mula-mula manusia generasi awal menulis di lembar-lembar tablet—lazimnya dibuat dari tanah liat—untuk keperluan ekonomi. Mereka mencatat angka-angka dan beragam perhitungan. Kemudian, waktu berjalan dan fungsi menulis menjadi lebih luas.

Setidaknya ada tiga tujuan umum orang menulis. Pertama, untuk mencatat kenangan. Kedua, untuk mencatat pelajaran. Ketiga, untuk menyebarkan gagasan.
Untuk tujuan pertama dan kedua, tidak ada aturan ketat harus menulis begini atau begitu. Berbeda halnya dengan menulis untuk tujuan menyebarkan gagasan, ada kaidah dan langkah-langkah yang harus ditempuh agar tulisan yang kita buat tidak hanya berakhir sebagai omong kosong atau curhatan murahan.

Dengan pengetahuan akan hal itu, siapa pun bisa dan berhak menulis (untuk tujuan pertama dan kedua). Bagi orang-orang yang baru hendak mendalami seni menulis, ada baiknya mempraktikkan menulis sebagai upaya untuk mencatat kenangan dan pelajaran—dua tujuan menulis yang membuat si penulis tidak mesti terbebani dengan kaidah-kaidah berat.

Anda bisa mulai menulis peristiwa-peristiwa yang Anda alami sehari-hari, pelajaran-pelajaran yang Anda dapat dari suatu ceramah, atau poin-poin yang Anda petik dari percakapan bersama orang tua dan kawan ataupun bisa lewat media teknologi seperti youtube dan medsos lainnya.

Kumpulan tulisan yang Anda bikin mungkin barangkali tak selevel tulisan pramodya ananta toer, jalaluddin rumi, dan tokoh-tokoh yg sudah terkenal diluar sana tetapi paling tidak Anda telah menulis dan itu sudah cukup untuk membuat Anda menjadi orang yang tidak gampang lupa atau hobi menghambur- hamburkan masa lalu yang berujung sia-sia.


“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

_Pramoedya Ananta Toer

Mengenal Lebih Jauh Orang Introvert

Orang introvert dikenal dengan kaum penyendiri. Mereka cenderung lebih selektif dalam memilih pertemanan. Beberapa alasan ini mungkin menjadi dasar, mengapa introvert lebih banyak mempunyai pengagum ketimbang jenis kepribadian lain.

1. *Terkesan Misterius*
Orang-orang dengan kepribadian ini terkesan misterius, mereka banyak menyimpan rahasia. Hal ini menjadi wajar karena orang introvert adalah pribadi yang tertutup. Meski sudah menjadi teman, hal-hal yang sifatnya rahasia sangat sulit diketahui temannya dari orang introvert.

2. *Bisa Lebih Fokus*
Orang introvert lebih bisa fokus terhadap suatu pekerjaan. Mereka bisa dapat fokus dalam waktu lama tanpa muncul rasa bosan. Jika Anda memiliki karyawan/sahabat/teman dari orang introvert, Anda hanya cukup beri ruang untuk mereka berkonsentrasi, maka mereka akan mudah mengerti masalah yang mereka hadapi. Beberapa profesi yang cocok untuk orang introvert, yaitu menulis, penelitian, seni, serta materi hitung menghitung seperti matematika dan dan akutansi. Ini sifatnya relatif ya guys. Yang terpenting orang-orang introvert harus diberikan waktu untuk berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan.

3. *Hati-hati dalam berbicara*
Hal selanjutnya dari orang introvert adalah mereka sangat minim dalam berbicara secara langsung. Bukannya tak ingin berbicara, melainkan mereka memikirkan terlebih dahulu hal apa yang ingin disampaikan. Mereka cenderung memilih kata-kata yang sesuai dan boleh untuk diucapkan. Mereka memikirkan kata yang terbaik agar tidak menyakiti perasaan orang lain.

4. *Bisa memotivasi diri sendiri*
Orang introvert lebih bisa memotivasi diri sendiri. Hal ini karena mereka cenderung tidak bergantung pada orang lain. Orang introvert tahu apa yang mereka kerjakan, dan apa yang harus diperbuat dalam menyelesaikan suatu masalah. Jikapun gagal mungkin mereka putus asa, akan tetapi mereka dapat bangkit tanpa ada orang yang menyemangati dan memotivasi mereka. Introvert sejak lahir sudah bisa bekerja mandiri dan sukses secara mandiri.

5. *Mandiri*
Mempunyai sifat mandiri itu bagus. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika kita menggantungkan nasib kita terhadap orang lain? Bisa jadi masalah akan semakin menumpuk dan tidak akan selesai.

Orang introvert sadar akan hal ini, mereka sebisa mungkin mengerjakan sesuatu dengan cara mandiri versi mereka. Kalaupun nantinya mereka minta tolong, itu artinya mereka sudah benar-benar terdesak.

6. *Pendengar yang baik*
Sudah menjadi sifat dasar, bahwa orang-orang dengan kepribadian introvert adalah orang yang pendiam. Mereka diam bukan tanpa maksud, melainkan di kepala mereka ada banyak hal yang dipikirkan. Karena sifat mereka yang pendiam ini, telinga mereka sangatlah peka. Mereka cenderung ke arah pemikir ketika dijadikan teman curhat. Introvert akan memikirkan solusi dari masalah yang dihadapi temannya.

7. *Kreatif*
Sifat introvert yang mandiri, gemar membaca, fokus, dan pemikir. Membuat mereka tumbuh sebagai pribadi yang kreatif. Hal-hal yang tidak biasa biasanya muncul dari kepribadian introvert, mereka lebih cenderung memikirkan cara lain yang lebih simpel dan efektif ketika menyelesaikan suatu permasalahan.

Introvert juga bisa ditempatkan di pekerjaan apa saja. Hal ini bergantung dengan kenyamanan dan mood mereka. Saran, jika Anda menemukan Teman/Sahabat/Karyawan Anda yang memiliki kepribadian Introvert harap biarkan mereka bekerja seorang diri, menyendiri, dan jikapun harus bekerja dengan orang banyak. Biarkan mereka untuk memilih sendiri rekan kerja mereka. Karena, jika moodnya sedang tidak baik, jangan harap pekerjaan akan cepat selesai.

8. *Gemar Membaca*
Introvert kebanyakan lebih pandai menyendiri, hal inilah yang membuat kepribadian Introvert lebih gemar membaca untuk menghabiskan waktu senggang. Jangan heran jika banyak orang melabeli mereka dengan kutu buku alias gemar membaca.

Introvert juga memiliki kehausan akan ilmu pengetahuan, jadi jangan heran ya kalau rata-rata orang introvert itu pintar-pintar

9. *Pandai menjaga rahasia*
Orang introvert juga dapat digolongkan sebagai orang yang pandai dalam menjaga rahasia. Alasan ini bukan tanpa mendasar, selain introvert yang dikenal tidak jago bersosialisasi di hadapan orang banyak. Kepribadian ini juga sangat minim sekali dalam berbicara. Sehingga, kemungkinan sangat kecil untuk mereka membocorkan sebuah rahasia.

10. *Jeli*
Orang introvert juga terkenal sangat jeli dan menyikapi sesuatu atau permasalahan. Di mata orang introvert dunia ini penuh dengan hal yang menarik. Bahkan untuk hal sekecil apapun, bisa sangat menarik untuk kepribadian jenis ini, mereka akan terus menggali informasi selama metode diam mereka aktif. Untuk melakukan ujicoba ini, kalian bisa ajak orang introvert untuk nonton sebuah film, perhatikan hal apa saja yang ia bicarakan.

sebenarnya masih ada banyak lagi rahasia yang belum saya ungkap dari orang introvert ini namun satu hal yang ingin saya tekankan dan mungkin sering dialami oleh seorang introvert adalah sering di cap sombong…
asal kalian tau bahwa sifat sombong itu bertolak belakang dengan ciri sifat seorang introvert, mengapa seorang introvert sering di cap begitu itu sebab dia itu terkadang pendiam atau misterius jika bersamanya tetapi terkadang pula mereka itu sifatnya malah sebaliknya (anehkan…)
jarang berbicara bukan berarti mereka sombong namun memang begitulah kepribadian seorang introvert (misterius).


sampai disini saja dulu… mungkin dilain waktu saya akan memposting lagi tulisan atau pembahasan mengenai sifat introvert ini…

see you… Terima kasih

salah satu takdir seorang pendiam adalah sering disimpulkan sebagai sombong,

ya padahal pemalu….

_ika natassa
banyak berfikir atau banyak bicara?

Bingung

bingung…
bingung melihat dia
terdiam dan terus memastikan keadaan
sambil sesekali tertunduk lesu
dijalan penuh debu

langkah kecil kerap diambil
agar tak terlihat kaku dan monoton
namun sayang kegundahan masih mendominasi
sehingga sulit tuk melaju

terkadang aku kasihan
terkadang aku kesal
terkadang aku malu
dan terkadang aku….
ahh

Lagi-lagi dan lagi
kebebasan menanti diujung mata
tetapi meninggalkan pijakan saja terasa sulit baginya
isyarat yg dilemparkan orang kian membuatnya makin bingung
namun dia terlihat masih enggan tukmelepasnya

bingung tuk berkata apa lagi akan tetapi…
satu hal yang membuatku kagum sama dia
yaitu konsistensinya…


“lelaki yang bingung dengan kebingungannya sendiri…”

“Bila kau bingung pada dua makna dan tak tahu mana yang salah dan mana yang benar. Maka hindari hawa nafsu. Sebab, nafsu menuntun jiwa kepada sesuatu yang tercela.

_Imam Syafi’i_

Pribadi Penuh Cinta dan Pribadi Penuh Benci

MANUSIA penuh cinta berkata:Aku tak punya waktu untuk memikirkan dan mengkhawatirkan orang-orang yang tidak suka padaku karena aku terlalu sibuk mencintai orang-orang yang mencintaiku. Aku masih kekurangan waktu untuk membalas cinta mereka, masih banyak orang yang mencintaiku yang belum aku berikan apa yang seharusnya aku berikan.”


Manusia penuh benci berkata:Aku harus melayani debat dan tantangan orang yang membenciku. Sampai kapanpun aku selalu bersiap diri melayani apa yang dimauinya. Dunia harus tahu bahwa akulah pemenangnya. Ku pertaruhkan semua yang aku miliki untuk menunjukkan bahwa kebencian mereka benar-benar telah aku kalahkan.”

Biasa

“Pemuda yg mencoba keluar dari kata biasa”

Biasa…
aku hanya manusia biasa
yang terbiasa biasa-biasa
untuk membiasakan kebiasaanmu

iya…. biasa,
aku sudah biasa
sama setiap keterbiasaanmu
menghadapi dunia yg biasa-biasa ini

biasanya aku tidak begini
tapi demi sikap biasa-biasa mu
aku belajar membiasakan diri
meskipun tak biasa…

by: @Py

Bercengkrama dalam diam

masih nampak dalam kenang
kala itu senja telah lama beranjak
waktu semburat jingganyapun tak lagi nampak
dalam gelap malam keremangan

disepanjang jalan…
sorotan sinar lampu yg menyilaukan
dengan hembusan semilir bayu yg mulai dingin
aku sedikit risau dengannya

dibalik senyapmu,
kebisuan semakin memagut kalbuku
disitu aku mencoba bercengkerama dengan diamnya
demi memecah kebosanan

tak terasa waktu demi waktu
jalan demi jalan dan canda demi tawa berlalu
hingga tiba saatnya kami sampai dan berpisah
Sebelum dia hilang ditelang malam
Kubunyikan klakson motorku
sebagai tanda kecupan manis dariku

Sembariku mengendarai motor
Sesekali terbayang lambaian tanganmu
Dibalik kedua kaca spionku
buatku kadang tersenyum sendiri
tak peduli pada tatapan aneh orang padaku

akhirnya risauku mulai tenang
seraut wajahnyapun terlihat senang
walau masih diselimut misteri didalamnya
aku tetap senang ini berlalu dengan damai

terakhir… kusampaikan salam ini kepada andromedaku yang telah ajarkan aku paham tentang rasa dalam ketegaran sunyi
Thanks buat…
#untukmu sang penenang hati
#aku siap merindu kali ini lagi

Campalagian,052K21
by: _@Py

Aku yang salah

Mencintaimu adalah kesalahan yang aku sengaja.
Aku yang salah, karena mencintai sosok yang bahkan tidak tahu aku hidup ataukah tidak.

Jarak antara kita terlampau jauh.
Aku bersama lantunan Adzan.
Dan kau dengan suara lonceng yang menggemah.

Mengharapkan mu adalah kebodohan yang nyata.
Kemudian aku menyerah,
Menyerah memanjatkan do’a untuk kita yang belum tentu seamin, namun jelas tak seiman.

Ketahuilah,
Mengikhlaskanmu adalah kebohongan terbesar dalam hidupku
Melepasmu adalah kebohongan yang teramat menyakitkan bagiku

Cukup sampai disini… Senang mengenalmu… Cinta ini terlalu rumit… Mustahil ini di teruskan… Maaf… Jika pernah mencintaimu

Terima kasih atas semuanya

By:@py

Dengan sosokmu

Dengan sosokmu Kembali ku dapati cerita
Dengan pertanyaan yang mulai mengebu di fikiran
Entah sampai kapan aku memikirkan ini
Menghayal tentang kehidupanmu
Berimajinasi tentang nalurimu
Bermain tentang ambisiku bersamamu

Aku mengenalmu, tapi?
Sudahlah, mungkin belum saatnya aku mengetahui jawaban-jawaban yang mungkin saja menjadi privasimu
Biarkan itu menjadi rahasiamu
sebab aku tak punya hak untuk mengetahuinya,
kembali lagi…. (siapa aku).

Kita saling kenal, saling dekat
Seperti sosok tanpa bayangan
Yang dilahirkan sosok bidadari, dan kau ada disini menemaniku
Hingga saat ini
Aku bersyukur tuhan masih menganugrahkan sosok wanita seperti itu
menghadirkannya dalam hidupku
Walaupun itu mungkin hanyalah…
Haluku.

Keberanian orang-orang mandar terdahulu

#MANDAR
Mandi Darah Saya paham, Mandi Darah adalah kata kunci yang paling Anda ingin ketahui di tulisanku ini. Hingga saya menuliskan sub-tittle ini di penghujung artikel humaniora ini. Kalimat ‘heroik’ ini adalah akronim dari kata Mandar (Mandi Darah). Sangat ironik sebetulnya, ‘mandi darah’ itu simbol kekerasan yang pernah terjadi di tempat kelahiranku -yang kubanggakan ini- dekade 50 an sampai dekade 80 an. Jaman ‘primitif’ itu amatlah disayangkan, di mana pertarungan antar keluarga kerap terjadi, demi gengsi keluarga (siriq), mengutus seseorang untuk menantang satu keluarga dan mengundangnya di suatu area yang telah disepakati untuk unjuk harga diri, uji keberanian, sekaligus uji nekat dalam sabungan nyawa dan tikam-tikaman dalam satu sarung. Duel Maut pun, tak jarang dihelat, bak Hector Vs Archiles dalam legenda Troy, Yunani. Kala duel dua manusia Mandar, tatapan mata yang garang, langkah kaki yang penuh muslihat, ayunan pedang Mandar mendesing, gemerincing saat berbenturan dengan tombak Mandar yang terkenal mematikan itu. Penonton dari dua kubu, kadang memejamkan matanya saat sabetan pedang merobek pakaian sang petarung namun tiada yang terluka. Berjam-jam pertarungan ini, entah kapan memasuki ronde terakhir. Adajiwa satria di sana, sebab yang gugur dalam pertarungan itu, jenasah diperlakukan baik-baik, dipulangkan ke rumahnya dengan penuh penghormatan. Exactly, ‘budaya’ violensi ini barulah terkikis saat orang-orang Mandar bertobat, intropeksi sejarah, reparasi kultur dan anak-anak Mandar kala itu, berikrar agar generasi berikutnya tak lagi memakai semboyan ‘mematikan’ itu. Semboyan Mandi Darah yang minim masa depan, absurd dan pembodohan zaman dan manusianya. Hingga, haluan budayapun digeser, dan anak-anak Mandar pun, keluar dari persembunyian budayanya untuk pergi ke ‘negeri’ orang menuntut ilmu dengan sabar, serta uletnya dengan motto kuat dari orangtua yang sangat familiar, heroik dan populer, di Tanah Mandar: “Maumi na reppo arriang sapo, mua massikola bhandi ana’u” (Artinya: Biarlah tiang rumahku berpatah-patahan, asalkan anakku mengenyam pendidikan). Kala itu, anak-anak muda Mandar menyabung nyawa dan mengais ilmu, dipermula dari Makassar hingga Jogjakarta, Jakarta hingga United States of America. Dan semua telah berakhir manis, sebab umbaran mandi darah tiada pernah tergaung lagi di daratan dan di lautan Mandar, tanah kelahiranku.

Kira-kira enak pacaran atau ta’aruf-an

Tujuan ta’aruf itu…
Mengenal calon pasangan dengan harapan ketika ada kecocokan dapat lanjut ke jenjang pernikahan.
Sedangkan tujuan pacaran…
Hanya mengenal calon pacar, tak ada keseriusan karena lebih mementingkan kenikmatan sesaat, zina juga maksiat.

Ta’aruf itu dimulai…
Saat calon pasangan sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental serta materi.
Sedangkan pacaran dimulai…
Saat sudah diledek sama teman:”koq masih jomblo?”, atau saat butuh temen curhat, atau yang lebih parah saat taruhan dengan teman.

Ta’aruf itu pertemuannya…
Ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami, juga frekunsi pertemuannya lebih sedikit karena menghindari zina hati.
Sedangkan pacaran…
Pertemuan yang dilakukan hanya berdua saja, pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa, dini hari kalo ngga ada yang komplain juga ngga apa-apa. Frekuensi pertemuan lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu. Kalau ngobrol sudah pasti “ngalur-ngidul, ketawa-ketiwi.”

Lamanya ta’aruf itu…
Ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik. Dan ketika informasi sudah cukup (bisa sehari, seminggu, sebulan, 2 bulan), apa lagi yang ditunggu-tunggu?
Sedangkan pacaran…
Bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.
Jadi, pacaran atau ta’aruf?

Ta’aruf dan pacaran itu sangat berbeda dan sangat berlawanan

Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan yang halal atau yang haram,dapat nya yang itu-itu juga,yang beda rasa berkahnya. Bukan tentang apa,berapa atau siapa.tapi BAGAIMANA Allah memberikannya,diulur dengan cara lembut atau dilempar dengan penuh murka.

Pasti ada kebaikan dalam keta’atan mnjaga untuk yang terjaga. Semoga kita bisa mendapatkan pasangan yang baik dengan cara yang baik pula.
Aamiin..

Semoga bermanfaat

Terima kasih.

Pilih spesimis atau antisipatif

Seseorang mungkin menganggap anda terlampau pesimis dalam memandang masa depan pekerjaan. Ada bedanya antara sikap pesimis dengan sikap antisipatif. Seseorang yang pesimis, memandang dari sisi negatif, dan dia tidak melakukan apa-apa untuk mempersiapkan dirinya, kecuali memelihara perasaan was-was.

Sedangkan, orang yang antisipatif, memandang sebuah resiko secara rasional dan proporsional. Lalu dia mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi sulit jika terjadi sewaktu-waktu.

Jadi, Tetap mau jadi orang spesimis atau antisipatif…!!

Terima kasih

Gerak geriknya semakin mencurigakan, dasar negara saja ingin diubah….

Entah kenapa dalam diri saya tumbuh niat untuk menulis hal ini… Padahal sebelumnya saya jarang sekali ingin menulis hal-hal yang berbau politik. Namun tidak apa saya hanya berpikir mungkin jiwa nasionalisme saya kali ini sudah mulai meningkat.

Langsung saja kemarin sempat viral berita yang mengatakan bahwa ada rencana ingin mengubah atau memangkas isi pancasila dalam pembahasan RUU HIP (haluan ideologi pancasila).

Tentu saja hal ini banyak memancing beberapa kalangan sehingga jadi kontroversi karena mengapa tidak pancasila yang sudah sejak lama dibuat dan dengan penuh perjuangan untuk membuatnya ingin diubah oleh beberapa kalangan.

5 sila yang menurut saya dalam sebuah negara ini sudah sempurna tiba2 ingin diubah dan dipangkas menjadi 3 sila yaitu sosio nasionalisme, sosio Demokrasi dan yang paling kontroversi ketuhanan berkebudayaan.

Saya heran kenapa orang2 ini ingin mengubah pancasila itu apakah mereka tidak punya kerjaan atau apalah… Padahal menurut saya yang utama Saat ini bagaimana cara melawan pandemi covid 19 ini yang kian hari makin bertambah kasusnya.

Andai kalian tau saja banyak negara-negara yang merasa iri dengan dasar negara kita ini, mereka mengatakan jika semua sila ini benar2 diterapkan betul dinegara Indonesia bukan hal yang mustahil kalu negara Indonesia bisa menjadi negara adidaya, superpower, makmur dan sebagainya.

Terima kasih sudah membaca dan jika ada kekeliruan didalam tulisan saya ini mohon dimaafkan…

Mau jadi wanita atau perempuan…!!!

Pertama membaca judul dari dari blog saya ini memang sedikit agak aneh jika pertama kali melihatnya, dari judul blog saya ini pasti akan timbul banyak pertanyaan terutama dikalangan kaum hawa.

Sebenarnya isi dari artikel saya ini hanya berbicara mengenai apa arti dari istilah kata wanita atau perempuan tersebut, dan tidak ada unsur-unsur lainnya.

Kenapa saya menulis artikel semacam ini itu tidak lain dan tidak bukan hanya mencoba menyadarkan beberapa orang bahwa kata wanita dan perempuan itu berbeda baik dari segi arti atau dari segi maknanya itu sendiri.

Namun di beberapa kalangan mungkin arti dari kedua kata tersebut hanya persoalan sepele atau tidak penting, jadi untuk apa dibahas atau dikaji, katanya..

Langsung saja…Ungkapan istilah wanita dan perempuan nampaknya memang hanya semata persoalan sinonim.Namun jika dirunut lebih dalam, ternyata memiliki konotasi dan makna yang berbeda.

kendati demikian bagi kaum Hawa sendiri rasanya lebih enak menggunakan ungkapan kata wanita ketimbang kata perempuan.

Padahal, dalam bahasa Sanskerta kata wan itu artinya nafsu, sehingga wanita
artinya yang dinafsui, atau obyek seks; jadi wanita itu obyek nafsu atau seks. Sedangkan perempuan berasal dari kata empu yang artinya dihargai.

Maka, secara simbolik menggunakan istilah perempuan rasanya lebih pas ketimbang wanita, lantaran
konotasinya yang negatif tersebut.

Nah setelah Anda mengetahui arti dari kedua kata tersebut masihkah anda ingin menggunakan kata wanita ketimbang perempuan…!!

Terima kasih.

Bukti kalau perempuan lebih  cenderung menggunakan perasaan ketimbang akalnya

Banyak orang yang meyakini bahwa perempuan itu lebih mendahulukan rasa dibanding laki-laki dan sedangkan laki-laki lebih mendahulukan akal, malahan ada sebagian yang percaya bahwa perempuan itu menggunakan 80% perasaannya yang selebihnya adalah akal logikanya, dan sebaliknya laki-laki lebih mengedepankan akal 80% dibanding dengan perasaannya.

Dalih mereka mempercayai mitos tersebut bukan semata lelucon belaka sebab mereka punya bukti konkrit didalamnya misal, ‘perempuan lebih mudah menangis ketimbang laki-laki” itu berarti benar jika perempuan lebih mengutamakan perasaan dan laki-laki lebih mengutamakan akalnya.

Masuk akal juga sih jika seperti itu namun tidak semuanya seperti itu juga dan pada dasarnya juga perempuan itu naluri nya bersikap lemah lembut dan itu menurut saya cukup sinkron dengan mitos bahwa perempuan lebih mudah menangis dibanding laki-laki.

Saya setuju dengan pendapat diatas namun yang masih saya ingin pertanyakan adalah mengenai data bahwa perempuan 80% perasaannya dan 20%akalnya serta sebaliknya… Pernyataan seperti ini menurut saya aneh karena belum ada alat yang bisa mengukur tingkatan level perasaan dan akal seseorang dalam bentuk angka didunia ini.

Tentu menurut saya ini adalah data yang tidak falid dan hanya mengada-ngada dan mungkin mereka hanya mengukurnya hanya melalui persepsi mereka masing-masing.

Banyaknya perempuan yang mengutamakan rasa, bukan bukti bahwa jiwa kaum perempuan lebih cenderung pada rasa.
Banyaknya lelaki yang mengutamakan akal, bukan bukti bahwa jiwa kaum lelaki lebih cenderung pada akal

“Perempuan lebih cenderung pada rasa, lelaki lebih cenderung pada akal.

Jadi pertanyaannya percayakah anda akan hal tersebut…? Atau mungkin itu hanyalah DOKTRIN IRASIONAL yang dibuat oleh kelompok-kelompok tertentu saja demi tujuan tertentu…?

Tradisi budaya mandar “barakka”

Indonesia dikenal akan kekayaannya yg melimpah serta budaya dan tradisinya yg beragam diberbagai pelosok daerah Indonesia. Budaya dan tradisi di Indonesia sampai sekarang masih ada yg tetap terjaga kelestariannya, Ya….. Walaupun sudah ada dibeberapa daerah yang sudah hilang karena beberapa faktor tertentu, namun kebanyakan budaya dan tradisi tersebut kebanyakan tidak mampu melawan arus lajunya globalisasi didunia moderen ini yg kian hari makin tak terbendung.

Tetapi disuatu suku yang bernama suku mandar yang tepatnya berada di provinsi Sulawesi Barat, yg mayoritas masih banyak ditemukan di kabupaten polewali mandar, Disitu budaya dan tradisinya masih tetap terjaga.

Sebenarnya ada banyak tradisi dan budaya orang-orang mandar, namun khusus disini saya cuma membahas salah satu tradisi yg masih lestari yaitu Barakka’.

Barakka’ atau berkah dalam bahasa indonesianya merupakan suatu tradisi atau budaya orang-orang mandar yg biasa ada pada saat-saat tertentu saja, misal seperti ada acara ma’baca-baca contohnya kalau ada acara pernikahan, khitanan, maulid nabi serta jika ada orang yg meninggal, yg biasanya diadakan setelah 14 hari orang tersebut meninggal dunia dan acara-acara tertentu lainnya.

Barakka’ atau berkah sudah menjadi kebiasaan atau budaya orang-orang mandar dari dulu sampai sekarang masih dapat kita temui diberbagai tempat di mandar.

Barakka’ itu biasa diberikan kepada orang-orang yg datang menghadiri acara tersebut. Pemberian barakka’ kepada orang-orang itu mempunyai makna atau simbol yg mendalam serta merupakan wujud Terima kasih orang yang mengadakan acara tersebut kepada orang yang rela menyempatkan waktu untuk menghadiri acara tersebut.

Barakka’ biasanya diberikan setelah iman habis membacakan doa dan selesai makan bersama ditempat atau acara tersebut.

Barakka’ di tanah mandar itu berisi berbagai macam makanan khas mandar yg dibungkus dengan kantong plastik kemudian dibagikan kepada orang-orang yang hadir.

Barakka’ biasanya terdiri dari makanan seperti cucur, buras(beras ketang yg dibungkus daun pisang), telur rebus, baje(makanan yg berbahan dasar gula merah yg dicampur sama parutan kelapa yg dibungkus dgn daun pisang kering), dan kue-kue khas mandar lainnya serta tidak ketinggalan satu sisir buah pisang.

Mungkin itu saja yang sempat saya tulis di blog ini tentang tradisi dan budaya orang-orang di mandar… Saya sadar betul mungkin masih banyak
kekurangan serta kekeliruan di blog pribadi saya ini, maka dari itu jika ada saran dan kritikan dari tulisan saya ini bisa disampaikan di kolom komentar.
Terima kasih..
Salam anak mandar
#mandar_bisatonji

Sampah hati

Ada sebuah kisah antara Seorang laki-laki yg berbeda paham dengan seorang Guru mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar, meluapkan kebenciannya kepada Sang Guru.
Sang Guru hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata apa pun.

Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yg melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya, _”mengapa Guru diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut?”_

Beberapa saat kemudian, maka Sang Guru bertanya kepada si murid,
_“Jika seseorang memberimu sesuatu, tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapa kah pemberian itu?”_

_“Tentu saja menjadi milik si pemberi”_, jawab si murid.

_“Begitu pula dengan kata-kata kasar itu”,_ tukas Sang Guru.

_“Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya. Dia harus menyimpannya sendiri. Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat ; karena energi negatif yg muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup”._

Kemudian, lanjut Sang Guru, _” Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri. Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah-marah kepadamu … biarkan saja … karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka. Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.”_

_“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yg hidup dengan membawa sampah di hatinya ( sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian,Egois dan lainnya )… maka jadilah kita orang yg BIJAK”_

*Sang Guru melanjutkan nasihatnya :*

_“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah mengambil”_

_“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”_

_“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”_

_“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”_

_“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”_

_“Jika engkau tak suka bersahabat, janganlah bermusuhan”_

*Saudaraku…*

Inilah saatnya kita melatih diri untuk membuang semua sampah/Ego yg ada di hati kita …

Marilah kita renungkan untuk diri kita masing-masing : mampukah kita mengikuti nasihat dan meneladani kebijakan Sang Guru … ?
Menyelami kehidupan orang-orang saleh ibarat menempuh perjalanan yang penuh dengan kegembiraan raga, pikir, dan hati. Mereka yang sama manusianya dengan kita itu telah berhasil menggapai maqam “MAHABBAH”*yang tinggi hingga perangainya memesona dan menyejarah hingga akhir zaman kelak.

Semoga bermanfaatTerimakasih

Jomblo…

Hei kamu! Yang status jomblonya masih dipertahankan. Tak perlu iri pada mereka yang katanya pacaran. Lagipula status kalian di KTP masih samaan. Sama-sama ‘belum kawin’, kan?

Dear kamu, tak perlu repot-repot cari orang yang mau ngajak pacaran. Ngapain pacaran, butuh perhatian? Kalau cuma butuh perhatian, jam dinding juga sangat perhatian. Dia memberi tau kita saatnya untuk apa tanpa kita minta. Dan dia tidak memerlukan perhatian balik, kecuali cuma perlu baterai supaya tetap berdetik.

Kawan, cari pasangan memang diharuskan. Tapi, bukan untuk diajak pacaran. Melainkan untuk menunaikan perintah Tuhan. Yakni melangsungkan pernikahan.

Daripada sibuk pacaran yang gak tau sampai kapan. Ada baiknya sibuk membenahi diri dalam hal keagamaan. Tapi bukan buat pencitraan. Harus real niatnya karena Allah subhanahu wata’ala.

Ssstt…Gak perlu pikirin apa kata orang. Yang pacaran aja belum tentu ke pelaminan. Yang menentukan siapa jodoh kita kan Allah. Dikatain jomblo ya masa bodo. Hei, ingat jomblo adalah langkah awal untuk mendapatkan jodoh yang halal. Jomblo adalah permulaan untuk mendapatkan jodoh yang benar-benar dari Allah, bukan dari tipu daya syetan.

Teguhkan hati, tebalkan iman. Jangan tergiur dengan kebahagiaan yang diumbar oleh mereka yang pacaran. Itu cuma sementara, wan. Kalaupun suatu waktu mereka sebar undangan. Tanggapannya pasti cuma ‘oh’ doang. Sebab foto mereka berdua sudah sering kelihatan di sosial media. Tapi, jika yang jomblo tiba-tiba sebar undangan. Boom, pasti pada terkejut sekaligus penasaran. Sekalipun jodohnya sudah pada kenal, tapi penasarannya pasti ada aja. Dan tak jarang orang mengatakan ‘kok bisa,ya’. Namanya jodoh kan gak akan kemana. Iya,kan?

Salam jomblo, 🙏🏻.
Terima kasih

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.

"Pemuda biasa yg tak ingin masa tuanya tanpa cerita"

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai